Generasi Sulsel dalam pusaran penyalahgunaan narkoba

Sulawesi Selatan memiliki lokasi yang strategis di Kawasan Timur Indonesia memungkinkan Sulawesi Selatan dapat berfungsi sebagai pusat pelayanan, baik bagi Kawasan Timur Indonesia maupun untuk skala internasional, karena itu sangat rawan penyelundupan narkoba. Tempat-tempat yang rawan penyelundupan narkoba yaitu Pelabuhan Parepare, Soekarno Hatta, Bandara St. Hasanuddin, dan lintas darat. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian BNN kerjasama dengan Litbang Kesehatan UI yang memproyeksikan penyalah guna narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2015 sebanyak 128.000 penyalah guna narkoba. Dipertajam dengan hasil razia BNNP Sulsel antara bulan Mei s/d November 2015 pada tempat hiburan dan rumah kost berhasil menjaring sebanyak 474 penyalah guna narkoba, dan sebanyak 613 penyalah guna narkoba lainnya yang datang melaporkan diri secara sukarela ke institusi penerima wajib lapor BNN Provinsi/ Kab/Kota di Sulawesi Selatan.

Baca lebih lanjut

Tahapan Rehabilitasi pecandu narkoba

1. Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), tahap ini pecandu diperiksa seluruh kesehatannya baik fisik dan mental oleh dokter /perawat terlatih. Dokter/ perawat terlatih yang memutuskan apakah pecandu perlu diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau) yang ia derita. Pemberian obat tergantung dari jenis narkoba dan berat ringanya gejala putus zat. Dalam hal ini dokter butuh kepekaan, pengalaman, dan keahlian guna memdeteksi gejala kecanduan narkoba tersebut.

Baca lebih lanjut

Pecandu narkoba wajib melapor supaya direhabilitasi

Pemerintah membuat batasan tertentu untuk melakukan rehabilitasi bagi seseorang yang telah menjadi pecandu. Beberapa ketentuan tersebut terdapat dalam Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 25 tahun 2011, tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika:

Pasal 1
Ayat 1. Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang telah cukup umur atau keluarganya, dan / atau orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada institusi penerima wajib lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Penanggulangan Darurat Narkoba di Sulawesi Selatan

Daruarat narkoba2Kebijakan Presiden Republik Indonesia tentang “Indonesia Darurat Narkoba”, maka Kementerian/ Lembaga terkait menetapkan Gerakan Seratus Ribu Rehabilitasi Pengguna Narkoba. Indikator Indonesia Darurat Narkoba, antara lain : (1)Prevalensi penyalah guna narkoba golongan umur 10-59 tahun sebesar 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang penduduk Indonesia membutuhkan narkoba; (2)Sekitar 40-50 orang meninggal dunia setiap hari di Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba; (3)Masih tingginya pengguna narkoba yang dipenjarakan; (4)Akses rehabilitasi terhadap pengguna narkoba belum berjalan maksimal;
Baca lebih lanjut

Ibu hamil harus menjauhi narkoba supaya janinnya tidak terganggu

Gambar ibu hamilSeluruh wanita menganggap kehamilan adalah hal yang paling ditunggu setelah menikah. Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, calon ibu harus menyiapkan diri bahkan sebelum merencanakan hamil. Hal ini termasuk tidak menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan narkoba. Bahaya penyalahgunaan narkoba tidak hanya bagi orang muda saja, tetapi ibu hamil atau calon ibu hamil yang mengkonsumsi narkoba juga akan mendapatkan dampak negative pada ibu hamil dan bahkan berlaku pada janin yang sedang dikandung. Ketika ibu hamil mengkonsumsi narkoba, ia cenderung tidak memikirkan kesehatan untuk dirinya, apalagi untuk janinnya. Emosinya pun cenderung tak terkendali apalagi bila kehamilan tidak dikehendaki. Ibu hamil yang mengonsumsi narkoba artinya berniat akan membunuh janinnya. Hal ini dapat terjadi oleh sebab narkoba bisa menembus plasenta dan mengganggu fungsi pembuluh darah plasenta sehingga menghambat aliran nutrisi dan oksigen pada janin. Berdasarkan hasil penelitian Institut Riset di USA (Center for Substance Abuse Treatment); sebanyak 3 persen ibu hamil yang menggunakan narkoba melahirkan lebih awal dan bayi tersebut rata-rata memiliki organ tubuh yang tidak sempurna.[1helath.id]

Baca lebih lanjut

Revolusi mental Penanganan Penyalahgunaan Narkoba

Berbagai gebrakan yang dilakukan untuk menanggulangi masalah Narkoba, dari tahun ke tahun jumlah sindikat yang diungkap semakin banyak dengan modus-modus baru yang kian terkuak. Segala usaha yang gencar dilakukan semata-mata untuk menekan supply dan demand agar masalah penyalahgunaan narkoba segera usai, antara lain :

1. Pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara

Sebagai babak pembuka paradigma baru penanganan masalah Narkoba, pada tanggal 26 Januari 2014, bertempat di lapangan Mabes Polri, Kepala BNN bersama Kapolri, Ketua DPR-RI, Ketua DPD-RI, dan Wakil Ketua MPR-RI mengukuhkan pencanangan tahun 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba dengan tema “Pengguna Narkoba Lebih Baik Direhabilitasi Daripada Dipenjara”. Tema ini mengandung pesan bahwa pengguna narkoba adalah orang sakit yang harus dipulihkan dengan cara rehabilitasi. Sementara itu pesan untuk para penegak hukum narkotika agar memiliki orientasi untuk merehabilitasi para penyalah guna narkoba daripada menjebloskannya ke dalam jeruji besi.

Baca lebih lanjut

www.mayzona.com bertekad membantu BNNP Sulsel untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di Sulsel

DSC00688Komitmen Pemimpin Redaksi www.mayzona.com  untuk terlibat dalam Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ditandai dengan Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan Pemimpin Redaksi www.mayzona.com (Syarifuddin May) yang disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, M.Si) tentang “Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba”.  Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 November  2014 jam 11.00 WITA di Ruang Rapat BPD HIPMI Sulsel [Jl. RS Islam Faizal Makassar]. Kesepakatan tanggung jawab antara pihak, antara lain BNNP Sulsel mempunyai tugas dan tanggung jawab (1)memfasilitasi kegiatan terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang melibatkan www.mayzona.com; (2)menyediakan materi guna pemuatan informasi bahaya penyalahgunaan narkotika dalam bentuk berita, ulasan, banner, gambar, serta karya jurnalistik lainnya untuk www.mayzona.com; (3)senantiasa berkoordinasi dengan pihak kedua dalam kegiatan terutama yang berkaitan dengan program dan kegiatan kedua belah pihak. Baca lebih lanjut

Pengembangan usaha produktif Anti Narkotika melalui Peran Serta HIPMI Sulsel

DSC00686Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan H.Amirullah Abbas, SE) tentang “Pengembangan usaha produktif melalui peran serta BPD HIPMI Sulsel.  Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 November  2014 jam 10.30 WITA di Ruang Rapat BPD HIPMI Sulsel [Jl. RS Islam Faizal Makassar. Kesepakatan tanggung jawab antara pihak, antara lain BNN Prov Sulsel (1)memfasilitasi HIPMI Sulawesi Selatan dalam pengembangan usaha anti narkoba pada kawasan rawan penyalahgunaan narkoba; (2)memfasilitasi HIPMI Sulawesi Selatan dalam pengembangan usaha mantan pecandu pasca rehabilitasi; (3)memfasilitasi HIPMI Sulawesi Selatan untuk pengadaan sarana dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelatihan yang sesuai dengan minat pada kawasan rawan dan mantan pecandu pasca rehabilitasi. Baca lebih lanjut

Menelusuri perjalanan panjang untuk mengukur Aksi Sekolah Bersih Narkoba

Perjalanan panjang kurang lebih 6 jam menelusuri lintas kabupaten, start dari Makassar, lewat Maros, menelusuri Pangkep, menembus Barru, singgah di Kota Pare2. Berputar2 mencari tempat makan malam karena selera yg berbeda2. Kemudian membelah Kab. Sidrap, mengikis pinggiran Wajo, memasuki Kab. Luwu, dan bermalam di kota tujuan, yaitu Hotel Awana Jl. Latamacelling Kota Palopo.
Baca lebih lanjut