Penanggulangan Darurat Narkoba di Sulawesi Selatan

Daruarat narkoba2Kebijakan Presiden Republik Indonesia tentang “Indonesia Darurat Narkoba”, maka Kementerian/ Lembaga terkait menetapkan Gerakan Seratus Ribu Rehabilitasi Pengguna Narkoba. Indikator Indonesia Darurat Narkoba, antara lain : (1)Prevalensi penyalah guna narkoba golongan umur 10-59 tahun sebesar 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang penduduk Indonesia membutuhkan narkoba; (2)Sekitar 40-50 orang meninggal dunia setiap hari di Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba; (3)Masih tingginya pengguna narkoba yang dipenjarakan; (4)Akses rehabilitasi terhadap pengguna narkoba belum berjalan maksimal;
Baca lebih lanjut

Ibu hamil harus menjauhi narkoba supaya janinnya tidak terganggu

Gambar ibu hamilSeluruh wanita menganggap kehamilan adalah hal yang paling ditunggu setelah menikah. Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, calon ibu harus menyiapkan diri bahkan sebelum merencanakan hamil. Hal ini termasuk tidak menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan narkoba. Bahaya penyalahgunaan narkoba tidak hanya bagi orang muda saja, tetapi ibu hamil atau calon ibu hamil yang mengkonsumsi narkoba juga akan mendapatkan dampak negative pada ibu hamil dan bahkan berlaku pada janin yang sedang dikandung. Ketika ibu hamil mengkonsumsi narkoba, ia cenderung tidak memikirkan kesehatan untuk dirinya, apalagi untuk janinnya. Emosinya pun cenderung tak terkendali apalagi bila kehamilan tidak dikehendaki. Ibu hamil yang mengonsumsi narkoba artinya berniat akan membunuh janinnya. Hal ini dapat terjadi oleh sebab narkoba bisa menembus plasenta dan mengganggu fungsi pembuluh darah plasenta sehingga menghambat aliran nutrisi dan oksigen pada janin. Berdasarkan hasil penelitian Institut Riset di USA (Center for Substance Abuse Treatment); sebanyak 3 persen ibu hamil yang menggunakan narkoba melahirkan lebih awal dan bayi tersebut rata-rata memiliki organ tubuh yang tidak sempurna.[1helath.id]

Baca lebih lanjut

Revolusi mental Penanganan Penyalahgunaan Narkoba

Berbagai gebrakan yang dilakukan untuk menanggulangi masalah Narkoba, dari tahun ke tahun jumlah sindikat yang diungkap semakin banyak dengan modus-modus baru yang kian terkuak. Segala usaha yang gencar dilakukan semata-mata untuk menekan supply dan demand agar masalah penyalahgunaan narkoba segera usai, antara lain :

1. Pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara

Sebagai babak pembuka paradigma baru penanganan masalah Narkoba, pada tanggal 26 Januari 2014, bertempat di lapangan Mabes Polri, Kepala BNN bersama Kapolri, Ketua DPR-RI, Ketua DPD-RI, dan Wakil Ketua MPR-RI mengukuhkan pencanangan tahun 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba dengan tema “Pengguna Narkoba Lebih Baik Direhabilitasi Daripada Dipenjara”. Tema ini mengandung pesan bahwa pengguna narkoba adalah orang sakit yang harus dipulihkan dengan cara rehabilitasi. Sementara itu pesan untuk para penegak hukum narkotika agar memiliki orientasi untuk merehabilitasi para penyalah guna narkoba daripada menjebloskannya ke dalam jeruji besi.

Baca lebih lanjut

www.mayzona.com bertekad membantu BNNP Sulsel untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di Sulsel

DSC00688Komitmen Pemimpin Redaksi www.mayzona.com  untuk terlibat dalam Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ditandai dengan Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan Pemimpin Redaksi www.mayzona.com (Syarifuddin May) yang disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, M.Si) tentang “Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba”.  Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 November  2014 jam 11.00 WITA di Ruang Rapat BPD HIPMI Sulsel [Jl. RS Islam Faizal Makassar]. Kesepakatan tanggung jawab antara pihak, antara lain BNNP Sulsel mempunyai tugas dan tanggung jawab (1)memfasilitasi kegiatan terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang melibatkan www.mayzona.com; (2)menyediakan materi guna pemuatan informasi bahaya penyalahgunaan narkotika dalam bentuk berita, ulasan, banner, gambar, serta karya jurnalistik lainnya untuk www.mayzona.com; (3)senantiasa berkoordinasi dengan pihak kedua dalam kegiatan terutama yang berkaitan dengan program dan kegiatan kedua belah pihak. Baca lebih lanjut

Pengembangan usaha produktif Anti Narkotika melalui Peran Serta HIPMI Sulsel

DSC00686Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan H.Amirullah Abbas, SE) tentang “Pengembangan usaha produktif melalui peran serta BPD HIPMI Sulsel.  Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 November  2014 jam 10.30 WITA di Ruang Rapat BPD HIPMI Sulsel [Jl. RS Islam Faizal Makassar. Kesepakatan tanggung jawab antara pihak, antara lain BNN Prov Sulsel (1)memfasilitasi HIPMI Sulawesi Selatan dalam pengembangan usaha anti narkoba pada kawasan rawan penyalahgunaan narkoba; (2)memfasilitasi HIPMI Sulawesi Selatan dalam pengembangan usaha mantan pecandu pasca rehabilitasi; (3)memfasilitasi HIPMI Sulawesi Selatan untuk pengadaan sarana dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelatihan yang sesuai dengan minat pada kawasan rawan dan mantan pecandu pasca rehabilitasi. Baca lebih lanjut

Menelusuri perjalanan panjang untuk mengukur Aksi Sekolah Bersih Narkoba

Perjalanan panjang kurang lebih 6 jam menelusuri lintas kabupaten, start dari Makassar, lewat Maros, menelusuri Pangkep, menembus Barru, singgah di Kota Pare2. Berputar2 mencari tempat makan malam karena selera yg berbeda2. Kemudian membelah Kab. Sidrap, mengikis pinggiran Wajo, memasuki Kab. Luwu, dan bermalam di kota tujuan, yaitu Hotel Awana Jl. Latamacelling Kota Palopo.
Baca lebih lanjut

Aksi SMA Negeri 3 Lau Kab Maros dalam rangka mewujudkan sekolah bersih narkoba

DSC_0183Salah satu upaya BNN Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mempercepat pencapaian program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, yaitu dengan memperlombakan aksi sekolah bersih narkoba degan menggerakkan peran sekolah menengah di Sulawesi Selatan untuk beraksi dalam bentuk kegiatan positif dari berbagai kemampuan siswa menuangkan ide-ide kreatif dalam menciptakan sekolah bersih narkoba. Melalui aksi sekolah bebas narkoba ini, diharapkan akan menjadi prototype bagi  sekolah lainnya di Kota Palopo.
Baca lebih lanjut

Dampak penyalahgunaan narkoba pada kesehatan

anto 2011Dampak narkoba pada kesehatan, antara lain : (1)kokain dapat merusak sistem pernafasan, denyut jantung meningkat, pembuluh darah tepi menciut, pupil melebar, sulit memusatkan pandangan, meningkatkan tekanan darah, denyut nadi dan pernapasan; (2)ekstacy mengakibatkan penyempitan pembuluh darah, depresi, paranoid dan kerusakan permanen pada otak, meningkatkan denyut jantung , tekanan darah, dan pernafasan, sakit kepala, penglihatan buram, dan pusing, pupil melebar, kaku rahang, dan selalu terdorong untuk bergerak (tripping); (3)putauw mengakibatkan rasa sakit luar biasa (sakaw), badan panas dingin, hidung beringus, mual; (4)dampak shabu meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan pernafasan, selera makan berkurang, mulut kering, berkeringat dan bicara cepat, sakit kepala, penglihatan buram, dan pusing, pupil melebar, system saraf pusat, menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak sehingga terjadi stroke (lumpuh), system jantung dan pembuluh darah, dapat menyebabkan nyeri dada, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah; (5)ganja mengakibatkan tingkah laku aneh, merasa dikejar-kejar, denyut jantung meningkat, mata memerah, mulut dan tenggorokan kering, mengalami halusinasi (penglihatan khayal), paranoid (gangguan jiwa seolah-olah dikejar-kejar), rendahnya motivasi, perilaku yang tak terduga, kebingungan, kekebalan terhadap penyakit infeksi menurun; (6)Lem dapat merusak sistem pernafasan dan gangguan otak; bahan adiktif akan merusak sistem pencernaan, hati dan ginjal [sumber: Kemenkes].

Baca lebih lanjut

Penyalah Guna Narkoba Dapat Berdampak Impoten

anto 2011Ada yang beranggapan, narkoba menambah kejantanan. Saat pakai shabu, orang merasa bersemangat, banyak bergerak, lalu melampiaskan lewat hubungan seks. Namun ingat, kenikmatan itu hanyalah sesaat. Shabu memang merangsang sistem syaraf pusat. Salah satu bagian dari sistem syaraf itu adalah yang mengatur orgasme. Fakta ini yang dijadikan alasan pengguna shabu untuk urusan seksual. Ekstasi mempengaruhi tubuh melalui syaraf simpatis. Tiap kali menggunakan ekstasi, orang menjadi aktif, gembira, bersemangat, dan ingin bergerak. Ini juga membuat orang merasa sangat kuat seks dalam waktu lama. Narkoba jenis ini bisa meningkatkan pelepasan dopamine dalam otak. Dopamine adalah neurotransmiter bersifat merangsang. Jika yang dirangsang perilaku seksual, penggunanya akan merasa makin jantan. Namun, harus diingat, pengaruh demikian itu ada batasnya. Paling-paling cuma beberapa jam. Jika diukur dari dampak jangka panjang, narkoba lebih menghancurkan urusan seksual daripada memperbaikinya. Mitos bahwa beberapa jenis narkoba meningkatkan gairah seksual itu keliru. Yang benar, narkoba membikin impoten akibat efek narkoba yang merusak syaraf.

Baca lebih lanjut

Bahaya Ngelem Terhadap Kesehatan

anto 2011Situasi yang diresahkan masyarakat, karena banyaknya remaja yang ditemukan menghisap lem yang berakibat prilaku remaja menjadi brutal di jalan dan sering terjadi pencurian. Hal ini terjadi karena lem sangat mudah didapat karena keberadaannya legal (sebagai lem). Hal ini yang menyebabkan penyalahgunaan pemakaian lem ini sangat cepat perkembangannya. Anak-anak/ remaja yang cenderung tidak tahu akibat negatif dari lem ini, merasa senang setelah menggunakannya. Sesaat setelah pemakaian mereka akan merasa “fly”.
Padahal zat kandungan lem yaitu Lysergic Acid Diethyilamide (LSD) yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia dihirup melalui hidung itu dapat mengubah pikiran suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan atau psikologis. Resiko yang pasti terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti pernafasan dan paru-paru, serta otak. LSD merupakan golongan zat adiktif lainnya yang dapat menyebabkan halusinasi (BNN RI).

Baca lebih lanjut

Akibat Pergaulan Bebas, Bisa Terjerumus Penyalagunaan Narkoba

anto 2011Peringatan tentang Bahaya Pergaulan Bebas sudah harus menjadi perhatian khusus orang tua, guru-guru di sekolah, bahkan pemerintah ikut turun tangan dengan cara membuat iklan-iklan yang menghimbau untuk menghindari pergaulan bebas. Pergaulan bebas sendiri diartikan sebagai suatu pergaulan yang tidak memiliki batasan, mengabaikan norma-norma agama maupun sosial masyarakat. Karena itu, pergaulan semacam ini cenderung mengarah kepada hal-hal yang negatif, seperti seks bebas, pemakaian narkoba, kehidupan malam di diskotek atau tempat hiburan, dan lain-lain. Anak Baru Gede (ABG), adalah subyek yang paling banyak terjun pada pergaulan bebas. Hal ini terjadi, karena usia remaja memang masih sangat labil. Mereka kadang susah membedakan sesuatu yang baik dan buruk bagi perkembangan hidup mereka.

Baca lebih lanjut

Konsep pengobatan Islam terhadap pecandu narkoba

Nabi menegaskan setiap penyakit ada obatnya, karena itu berobatlah kamu, dan jangan berobat dengan barang yang haram. (HR Abu Dawud). Pecandu narkobapun ada terapinya. Tiga contoh terapi terhadap pecandu narkoba, berdasarkan nilai-nilai Islam yang dikembangkan di Indonesia, antara lain :

  1. Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, mengembangkan terapi Inabah, yang meliputi empat cara, yakni bersuci (mandi/berwudlu) talqin (dzikir), ibadah dan do’a, serta disiplin ternyata 93% dari sekitar 5.845 pasien yang berobat disana bisa disembuhkan dan tidak kembali kepada narkoba lagi.
  2. Metode Prof. Dadang Hawari yang disebut terapi detoksifikasi, meliputi terapi medis, psikiatri, dan agama. Prinsipnya adalah berobat dan bertobat.
  3. Metode taubatan nasuha yang meliputi ilahiah, medis, psikologis dan metapsikologis. Metode metapsikologis maksudnya adalah dalam diri kita ada dua macam energi yakni energi positif dan negatif. Kalau energi positif itu diolah dengan baik, maka energi negatif bisa dikendalikan. Orang yang kecanduan narkoba itu pada hakekatnya bukan jasmaninya yang sakit, tapi rohaninya karena itu, rohaninya itu pun harus disembuhkan terlebih dahulu. [arsingTadda.com]