Aksi SMA Negeri 3 Lau Kab Maros dalam rangka mewujudkan sekolah bersih narkoba

DSC_0183Salah satu upaya BNN Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mempercepat pencapaian program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, yaitu dengan memperlombakan aksi sekolah bersih narkoba degan menggerakkan peran sekolah menengah di Sulawesi Selatan untuk beraksi dalam bentuk kegiatan positif dari berbagai kemampuan siswa menuangkan ide-ide kreatif dalam menciptakan sekolah bersih narkoba. Melalui aksi sekolah bebas narkoba ini, diharapkan akan menjadi prototype bagi  sekolah lainnya di Kota Palopo.
Baca lebih lanjut

Allah Memperlihatkan Kekuasaannya

Sebagian kecil tanda-tanda kekuasaan Allah diperlihatkan akhir-akhir ini untuk manusia di muka bumi ini, antara lain :

Rekonstruksi Aceh dan Nias belum selesai, muncul isu gunung merapi di Yogyakarta akan meletus, jadi perhatian pemerintah diarahkan ke sana, dengan sibuk2nya mbah Marijan membaca mantranya, eh tiba-tiba gempa muncul di Bantul yang menewaskan banyak orang.

Peristiwa lumpur Lapindo, dengan usaha masyarakat paranormal di sana menyumbat lubang lumpur tersebut dengan 4 ekor sapi, eh tiba-tiba pipa pertamina meledak di sekitar tempat itu dan menewaskan beberapa orang, dan masih banyak lagi bencana alam setelah itu, namun yang paling terakhir sampai hari ini (tanggal 6 Maret 200) adalah tergelincirnya pesawat garuda di bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang menewaskan 44 orang (berita Metrotvonline jam 14.00 WIB), tetapi keesokan harinya diberitakan 22 orang yang tewas (belum jelas).

Sebelum tergelincirnya pesawat garuda di Yogyakarta, terlebih dahulu bencana jatuhnya pesawat Adam Air di Sulawesi (penumpangnya tidaktersisa), kemudian disusul dengan pendaratan darurat pesawat Adam Air di Surabaya yang mengakibatkan badan pesawat patah, amun tidak menimbulkan korban tewas.

Setelah dua peristiwa naas ini menimpa pesawat Adam Air, kepercayaan masyarakat terhadap kelayakan terbang pada pesawat selain Garuda Air, berkurang. Sehingga masarakat terutama yang berdui jika hendak bepergian pasti memilih Garuda Air.

Tetapi hari ini (6 Maret 2007) kembali Allah memperlihatkan kekuasaannya bahwa pesawat apapun, jika Allah menghendaki, akhirnya Garuda Air juga menewaskan banyak orang.

Artinya manusia tidak ada ap-apanya dibanding dengan kekuasaan Allah, dst…………….

Kenapa Sistem Informasi Kesehatan banyak yg GAGAL ?

Penerapan Sistem Informasi Kesehatan ada beberapa yang gagal/ macet setelah dioperasikan, belum apa-apa sudah macet. Kenapa macet ?

Saya dapat mereka-reka penyebab beberapa sistem informasi di jajaran kesehatan macet setelah mengikuti Seminar Sehari Manajemen Proyek Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang diselenggarakan oleh pengelola konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (Prodi IKM) Fakultas Kedokeran UGM Yogyakarta pada tanggal 28 Pebruari 2007 di R. 302 Gedung IKM Lt.3 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pada seminar itu nara sumber banyak membahas tentang manajemen proyek tentang teknologi informasi.

 

Kenapa yang banyak dibahas hanya proyek teknologi informasi ? Sedangkan komponen Sistem Informasi Kesehatan itu bukan hanya teknologi informasi saja, tetapi termasuk juga organisasi dan manajemen (materi kuliah di konsentrasi SIMKES UGM Yogyakarta). Kenapa tidak ada tentang proyek yang berkaitan dengan organisasi dan manajemen?

 

Sehubungan dengan hal di atas dan kasus di daerah tentang kasus macetnya beberapa sistem informasi mungkin diakibatkan karena rata-rata yang diproyekkan hanyalah teknologi informasi termasuk di dalamnya training tenaga operasioal. Akhirnya sistem itu hanya menjadi milik proyek dan tenaga yang pernah dilatih. Bagaimana dengan seluruh tenaga, birokrasi dan desentralisasi, tata hubungan kerja, lintas sektor, unit swasta, dan lain-lain ?

 

Saran :

Dalam menata Sistem Informasi Kesehatan (SIK), selain membangun teknologi informasi, komponen organisasi dan manajemen perlu mendapat perhatian khusus, karena teknologi informasi tanpa keterkaitan dengan kedua komponen lainnya, maka sistem yang telah dibangun itu lambat laun akan mogok.

 

Demikian saya tulis, jika ada benarnya itu semua karena dari Allah, tetapi jika salah, itu semata karena saya. Semoga tulisan ringkas ini ada manfaatnya bagi orang banyak. 

 

Wassalam

 

 

Sudarianto

Jaringan yang Menjengkelkan

Pada awal bulan Maret 2007, di kelas Simkes 2006 (R.204) telah dipasang Wi-fi, alangkah gembiranya mahasiswa Simkes karena tanpa keluar kelas, kami sudah dapat terhubung ke internet. Tetapi sayangnya karena untuk masuk geoogle dan lainnya tidak bisa, yang bisa hanyalah chating saja. Namun demikian teman-teman sudah puas, karena sudah ada tanda-tanda kebaikan.

Beberapa hari kemudian, teman-teman banyak yang ngomel karena masa yang dapat terhubung hanya chating ? Sedangkan yang lainnya terputus-putus. Apa sebabnya ?

Padahal yang kita butuhkan adalah masuk ke google, bmj, blogger, wordpress dan lain-lain, tetapi terputus-putus. Akhirnya teman-teman hhhhhhh……………………….

Perkuliahan Yang Melelahkan

Sejak tanggal 2 Agustus 2006, saya memulai mengikuti perkuliahan pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bersama 485 orang dengan berbagai peminatan (FETP/Epidemiologi Lapangan, Promosi Kesehatan (Promkes), Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK), Gizi, Kesehatan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit (MMR), Kebijakan Obat (MKO), Pembiayaan dan Asuransi Kesehatan, dan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (Simkes).

Rata-rata mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini sudah bekerja pada instansi pemerintah dan lainnya. Jadi rata-rata umur sudah berkepala tiga.  Pada usia setingkat ini sudah cepat lelah.

Terbukti pada proses perkuliahan ini, setelah saya tanya beberapa orang mahasiswa, pada umumnya mengatakan bahwa jumlah mata kuliah yang mampu diperhatikan perhari maksimal 2 MK. Selebihnya itu  dianggap angin lalu.

Tetapi kenyataannya perkuliahan perhari rata-rata 4 matakuliah perhari. Jadi sepulang dari mengikuti perkuliahan yang dirasakan hanya lelah dan langsung tertidur, tidak sempat lagi membaca-baca pelajaran yang didapatnya.

Keuntungan bagi mahasiswa karena sedikit waktu untuk perkuliahan (hanya 2 bulan per semesternya), dan cepat pulang. Namun dari segi kualitas, tunggu dulu. Apalagi mahasiswa yang megambil program kelas jarak jauh, hanya mengikuti perkuliahan selama 2 minggu persemesternya, setelah itu pulag ke daerah masing-masing.

Cerita Pertama Adanya Arung Mangkau di Bone

Kehadiran To Manurung sebagai sosok dengan berbagai kelebihan yang pada saat itu sangat bertepatan pada saat titik klimaks setiap kelompok yang bertikai untuk berhenti saling bertempur. Kehadiran To Manurung yang dikisahkan dengan begitu dramatis dalam lontara’ (Mattulada,40;1998) turut mendukung kondisi yang “kebetulan” ini. Pada akhirnya Matoa/Ulu Anang (pemimpin kelompok) dengan To Manurung membuat kesepakatan bersama atau perjanjian untuk bersama-sama menata suatu masyarakat dengan suatu hukum atau panggadereng dalam wilayah teritorial tertentu. Salah satu isi perjanjian yang penting adalah mengangkat To Manurung sebagai pemimpin tertinggi dan ditaati bersama. Pada tahap ini maka pactum subjectionis telah terealisasi dalam Masyarakat Bugis waktu itu.

Perjanjian antara To Manurung dan Matoa/Ulu Anang termaktub dalam lontara’ attoriolonna to-Bone sebagai berikut (Mattulada,41;1998):
To Manurung :”Teddua nawa-nawako, Temmabbaleccokko “
(“Tidak engkau berdua hati ?,tidakkah engkau akan ingkar?”)
Matoa Ujung (Mewakili Matoa/Ulu Anang lain): “Angikko ki raukkaju.Riao’ miri’ ri-akkeng.Matappalireng. Elo’nu ri-kkeng,Adammu kua. Mattampakko kilao,Millauko kiabbere.Molikko kisawe. Mnau’ni anammeng, pattarommeng. Rekkua muteaiwi,Ki-teai toi-sa. Ia kita ampirikkeng temmakare’. Dongirikeng, temmatippe. Musalipuri’kkeng Temmacekke.”
(Anginlah engkau,kami daun kayu.Kemana engkau menghembus ke sana kami terbawa.Kehendakmu kepada kami, titahmu yang jadi. Engkau menyeru, kami pergi. Engkau meminta, kami memberi. Engkau memanggil,kami menyahut. Walaupun anak kami dan isteri kami, apabila engkau tak menyukainya, kami pun tak menyukainya.Akan tetapi, tuntunlah kami menuju kemakmuran. Engkau menyelimuti kami agar kami tidak kedinginan”)
Perjanjian di atas selanjutnya senantiasa dilafalkan sebagai sumpah oleh calon raja pada saat akan dilantik menjadi raja baru atau pemimpin baru.

“……….Maelokkeng riamaseang tamaraddekna mai ri tana, ajakna ki mallajang, tudanni mai mangkaukiwi atatta. Naelokmu kua, passuruammu ripogauk, mudongiri temmatippakeng, musalipuri temmadingikkeng, muwessé temmatippakeng, namau anakmeng na pattoromeng muteawi, ikkeng teai to “

(“……… Kami ingin dikasihani Tuan, menetaplah di sini di negeri Tuanku, janganlah lagi pergi (lenyap), duduklah di sini memerintah kami Tuanku. Kehendakmulah yang menentukan, perintahmu kami lakukan. (tetapi) Engkau jaga kami dari gangguan burung pipit, (Engkau) selimuti kami agar kami tidak kedinginan, Engkau ikat kami bagai seonggok padi yang tak hampa, walaupun anak kami dan atau isteri kami bila Engkau tidak menyukainya, kami pun juga tidak menginginkannya”)
Setelah berdirinya kerajaan atau negara sebagaimana hasil kesepakatan antara To Manurung dan Matoa/Ulu Anang selanjutnya dibentuklah struktur kenegaraan yang akan menjalankan sistem administrasi negara.

Di Kerajaan Bone memiliki sistem pemerintahan yang konfederasi. Jabatan tertinggi atau pemimpin kerajaan adalah Arung Mangkau (Raja yang berdaulat). Dalam proses pengambilan kebijakan dibantu oleh sebuah dewan yang anggap sebagai wakil rakyat yang berjumlah tujuh orang, makanya disebut Arung Pitu’ atau Matoa-Pitué. Ketujuh anggota Dewan Matoa-Pitué selain menjadi anggota dewan pemerintahan Kawérrang Tana Bone juga tetap menjalankan pemerintahan atas wanua asalnya secara otonom serta mengkordinasikan wanua-wanua lain yang tergabung padanya. Setiap wanua yang merupakan angggota konfederasi Kerajaan Bone dipimpin oleh Arung yang memiliki organisasi dan hukum sendiri. Sistem konfederasi ini berlaku hingga Raja Bone ke-9 yang selanjutnya berubah menjadi sistem sentralisasi kekuasaan yang ditandai dengan kelengkapan kekuasaan pusat yang lebih besar dan lebih kuat. Matoa wanua tidak lagi merangkap jabatan di matoa-pitué. Dewan matoa-pitué berperan sepenuhnya sebagai pejabat kekuasaan Pusat Tana Bone yang selanjutnya dirobah menjadi (Dewan) Ade’ Pitué yang merupakan Dewan Menteri Tana Bone.Selanjutnya di sebut pampawa ade’ atau pakatenni ade’ yang berfungsi sebagai kekuasaan eksekutif dan penyambung lidah rakyat kepada raja. Pada saat Raja Bone ke-10 We Tenrituppu ri Sidenreng struktur pemerintahan dirubah dengan diangkatnya To-marilaleng yang berfungsi sebagai perdana menteri yang juga mengkordinir Ade Pitué.