Cegah coba2 narkoba dan rehabilitasi penggunanya

Lapri Bone 13 Mei 2018, alumni SMPN Lapri melaksanakan Bakti Sosial. Beberapa kegiatan nya antara lain, sunat gratis, donor darah, pengobatan gratis, sosialisasi penanggulangan penyalahgunaan narkoba, serta penyuluhan gigi dan mulut.

Salah satu kegiatan yang saya fasilitasi yaitu mensosialisasi kan “pencegahan coba narkoba dan rehabilitasi penggunanya” di depan perwakilan pelajar dan orang tua.

Hal ini sangat penting dilakukan pada generasi muda yang belum terjerumus, supaya menjadi imun dari tawaran/ ajakan / iming2 bandar untuk mencoba narkoba. Merekapun dapat menjadi penggiat anti narkoba di mana pun nanti beraktifitas.

Mereka juga dapat memahami bahwa bagi masyarakat yg sudah terlanjur menggunakan narkoba mendapat jaminan UU untuk mengikuti program rehabilitasi supaya dapat pulih dari ketergantungan. Pengguna narkoba supaya laporkan diri ke Puskesmas, RS atau kah ke BNN P/K.

Iklan

Selfi dapat mengobati kelelahan

Tanatoraja, (8-10) Mei 2018 bersama tim Rehabilitasi Bnnp Sulsel melakukan perjalanan dinas yang melelahkan dari Makassar menuju Tator dengan waktu 8 jam. Perjalanan ini menelusuri Maros menuju Pangkep, karena perut lapar maka sepakat singgah makan. Kemudian melanjutkan ke Barru menuju Parepare, memotong ke Pinrang menelusuri daerah persawahan untuk menuju Kab. Enrekang, lalu kemudian sampailah di Kab. Tana Toraja yang menjadi tujuan perjalanan tim kami. Perjalanan dari Makassar ke Tanatoraja memperoleh waktu istirahat ketika singgah makan dan singgah di Masjid pada waktu shalat.

Sampai di Tator, sebelum beristirahat di hotel Manggasa, kami makan malam untuk mengisi energi yg hilang karena kelelahan dalam perjalanan 8 jam, kemudian beristirahat yg berkualitas karena dibarengi dengan udara Tator yg sangat dingin.

Keesokan harinya, pegawai hotel menghidangkan kopi Toraja dgn roti bakar. Uuuh, maknyusss, siapa yg tidak kenal kopi Toraja. Kemudian menuju ke kantor Bupati Tana Toraja untuk memberikan bimbingan teknis ke petugas/Kepala Puskesmas tentang pelaksanaan skrining dan intervensi lapangan guna menemukan pengguna Narkoba di Lapangan. Bersama tim memberikan bimbingan teknis kepada 21 petugas puskesmas yang diikuti kurang lebih 100 orang, dari jam 10.00 sampai jam 16.00. Setelah itu, tim bergerak ke Bnnk untuk mengikuti berbagai kegiatan Bnnk yg dihadiri oleh Ka Bnnp Sulsel, kemudian makan bersama di RM Tepi Sawah.

Kira2 jam 23.00, tim menuju ke kamar masing2 (pindah hotel ke Rantepao), karena mencari tempat strategis yaitu Ka Bnnp Sulsel mau ke bandara Bua Luwu, sedang kan tim kami akan “SELFI” di LOLAI karena kata tim untuk mengobati kelelahan, maka selfi di temlat yg disenangi.

Pagi2 dalam situasi masih gelap, tim menggunakan pemandu Mr. Google menuju puncak LOLAI. Sebelum sampai di Lolai rupanya ada tempat baru yaitu TO’TOMBI. Tim mengambil posisi masing2 dengan gayanya untuk mendokumentasikan gambar wajahnya di bumi atas awan. Setelah puas di TO’TOMBI, tim melanjutkan perjalanan ke puncak Lolai, sayangnya tim tidak beruntung karena tidak ada awan, tetapi tim tetap selfi. Untuk sudah menilmati bumi di atas awan di TO’ TOMBI.

Setelah itu, tim bergerak menuju pekuburan adat, selfi pun merupakan rangkaian yg paling banyak. Baru kemudian kami melakukan perjalanan panjang menuju Makassar, suara2 dengkur yg bermacam2 kedengaran di atas mobil, sy tersenyum melihat tim terlelap sambil mendengkur, kecuali Ayu yg tdk pernah tidur sepanjang perjalanan. Tiba di Makassar jam 22.00 malam, istirahat dan pagi nya tetap bergegas untuk menuju kantor. Semoga perjalanan ini bermanfaat untuk menyelamatkan penyalah guna narkoba di Tana Toraja, amin.

Awal reuni alumni SMPUL84/SMALAPRI87

Reuni alumni SMP Ujung Lamuru 1984/ SMA Lappariaja Kab Bone rutin dilakukan setiap bulan yang dirangkaikan dengan arisan sejak 21 bulan yang lalu. Awalnya, pada tahun 2015, aku ditelpon Bambang Yusuf menyampaikan kepada saya bahwa ada beberapa teman SMP dan SMA domisili di Makassar. Kau salah itu kalau tidak pernah ketemu dengan mereka, kata BeYe itu.

Karena itu, saya tersadar bahwa ternyata saya tidak sendirian di Makassar. BeYe membeikan nomor HP Sule, Bidin dan Mia, saya hubungi mereka, rupanya ada group BB yang sudah dibuat, tapi baru beranggotakan 3 orang, yaitu Sule, Mia, dan BeYe.

Saya telpon mereka berdua, senang bisa komunikasi dengan mereka. Saya minta no hp teman yang ada sama mereka, setelah itu saya telpon satu-satu, minta PIN BB nya kemudian Sule menggabungkannya ke dalam group BB.

Komunikasi semakin ramai, sehingga muncul ide untuk ajakan kumpul melalui BB di D’Cost Mall Panakkukang.

Kami ketemu berempat (saya, Mia, Firman dan A. Mulida). Begitulah awalnya, jika lama tdk ketemu, selalu saja ada yang ngajak ketemuan, ya ketemu lagi dan jumlah teman dari waktu ke waktu bertambah jumlahnya. Jika ada kawan dari luar Kota Makassar ke Makassar, mesti kami kumpul2. Pernah kumpul di Kafe Gigi, Pondok Desa, Bakso Tembak, bendungan Sanrego dan D’Cost beberapa kali. Ashar Bustamin lah yg paling sering ngajak ketemuan waktu itu, sangat lincah pada waktu itu, sebentar ada lagi di Makassar, ada lagi di Bulukumba, di Malino (pokok nya keliling). Sehingga pada suatu waktu Ashar ke Mamuju, tiba2 menghilang dari silaturrahmi, hilang dari komunikasi BB, ditelpon tidak diangkat, dan lama sekali menghilangnya sehingga kawan2 bercanda bahwa Ashar itu disembunyikan “setan”.

Arisan alumni itu ada karena pada suatu saat, muncul ide Mia dkk lainnya untuk membentuk arisan alumni supaya lebih rutin silaturrahminya, dan disepakatilah Tya sebagai ketua dan Mia sebagai bendahara (lewat group BB). Kalau tidak salah, arisan pertama dimulai di Pondok Cabe Jl. Perintis Kemerdekaan (rekomendasi Tya sebagai Ketua).

Tidak lama kemudian, muncullah WA… satu per satu kawan2 diangkut nyeberang ke group WA, group BB hilang ditelan waktu.

Kebanyakan orang pasti sudah tidak asing dengan budaya satu ini. Apalagi memang sifat orang Indonesia yang suka berkumpul. Bukan hanya bernostalgia dengan teman lama, dengan adanya acara reuni baik reuni sekolah, perguruan tinggi atau reuni lainnya ternyata ada banyak manfaat yang bisa diambil. Beberapa manfaat temu kangen dalam acara reunian ini diantaranya:

1. Kembali merasakan masa sekolah

Sebagian orang menganggap ajang reuni sebagai hal yang sangat penting karena di reunianlah kita dapat kembali merasakan masa-masa sekolah yang penuh kebersamaan dan kebahagiaan bersama teman-teman. Masa-masa seperti ini hanya ada ketika kita sekolah, namun dengan reuni setidaknya kita bisa merasakan kembali hal-hal seperti itu walau sedikit. Mengingat hal-hal yang menarik, nama-nama panggilan yang kita dapat di masa sekolahpun akhirnya dipakai lagi ketika reunian. Memperbincangkan hal manis yang pernah kita lalui ini merupakan salah satu terapi hati yang efektif

2. Dipercaya dapat membuat umur panjang

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kumpul-kumpul bersama sahabat yang akan menimbulkan rasa kegembiraan dapat membuat umur kita lebih panjang. Dalam penelitian itu membuktikan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi oleh teman dan saudara kemungkinan meningggal lebih cepatnya berkurang 50 persen. Orang-orang yang memiliki kehidupan sosial seperti ini rata-rata hidupnya bertambah hingga 3,7 tahun. Penelitian di Brigham Young University dan University of North Carolina (UCLA), Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa teman dan keluarga yang selalu mendukung dapat membuat seseorang lebih terasa mudah dalam menghadapi masalah sehingga kebahagiaan selalu tercipta dan membantu seseorang mengurangi beban masalahnya.

3. Menghilangkan stres dan depresi berat

Dukungan emosi yang didapatkan dari teman dan keluarga mampu meringankan beban dan masalah seseorang. Manfaat reuni alumni ini biasa menjadi tempat mencurahkan berbagai masalah sehingga mampu membuat seseorang merasa lebih bahagia. Beban dan masalah yang awalnya ia tanggung sendiri hingga membuat ia stres dan depresipun akhirnya berkurang bahkan hilang dan berubah menjadi sebuah keceriaan. Seorang professor medis Teresa Ellen juga menjelaskan, dukungan dan hubungan sosial seseorang mampu membuat tekanan darah, gula darah, metabolisme, dan stress hormonnya lebih stabil.

4. Memperkuat jaringan koneksi pertemanan

Untuk beberapa orang yang menggeluti dunia bisnis, ajang reuni menjadi hal yang sangat bermanfaat karena disitu ia bisa memperkenalkan dan mengajak teman-temannya bergabung atau menikmati hasil bisnis yang ia geluti.

5. Menjalin tali silatuhmi dan saling bertukar informasi

Bayangkan jika anda bereuni dengan teman-teman masa SMA, SMP atau bahkan SD yang sudah beberapa tahun tidak bertemu. Tentu hal ini sangat menyenangkan karena tali silatuhmi akan terjalin kembali dan merekatkan persahabatan dengan teman-teman yang mungkin sulit ditemui jika bukan dalam ajang reuni. Selain itu, dengan menghadiri acara reuni alumni kita akan mendapat informasi lebih banyak dari teman-teman kita.

6. Mengembalikan eksistensi individu

Bertahun-tahun yang sudah berlalu mungkin telah mengubah kehidupan dan citra seseorang. Saat seseorang menjadi idola di masa sekolahnya bisa jadi sekarang malah bernasib sebaliknya. Adapula yang ketika sekolah prestasinya biasa-biasa aja malah menjadi orang sukses. Hal-hal seperti inilah yang akan menjadi perbincangan hangat saat acara reuni. Bagi mereka yang biasa-biasa aja ketika sekolah dan saat ini sudah menjadi sukses, ajang reuni menjadi tempat untuk eksistensi dirinya.

7. Menjadi ajang untuk bakti sosial

Ajang reuni banyak dimanfaatkan oleh para anggotanya untuk melakukan hal yang positif, seperti penggalangan dana untuk amal, melaksanakan seminar-seminar, dan lain-lain.

8. Membahagiakan keluarga, teman, dan guru

Dalam sebuah acara reuni biasanya tidak lupa mengajak guru-guru mereka dahulu. Selain itu, bagi mereka yang telah berkeluarga juga mengajak anak, dan pasangannya. Untuk seorang guru, ajakan bergabung dalam acara reuni tentunya akan membuat guru merasa terhormat karena masih diingat oleh siswa-siswanya. Untuk anak atau pasangan seseorang yang diajak pastinya akan menimbulkan kebahagiaan.

Tetapi tidak hanya hal positif yang bisa didapatkan dalam ajang reuni alumni. Ada banyak hal negatif juga bisa2 saja dijumpai, tetapi semoga hal ini tidak terjadi pada sahabat kami. Reuni biasanya juga dijadikan sebagai ajang CLBK (Cinta Lama bersemi Kembali) bagi mereka yang telah berumah tangga sehingga dapat merusak rumah tangga tersebut, dan lain-lain.

Paket hemat “sehat” yaitu olahraga rutin 30 menit per hari

Kesehatan itu sangat mahal jika sudah sakit baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Oleh karena itu, ada paket hemat sehat, yaitu “olah raga rutin 30″ per hari.

Kami mencoba merubah pikiran (yaitu, kalau mau sehat harus rajin olah raga), untuk berprilaku hidup baru dan kemudian dijadikan kebiasaan.

Untuk membiasakan diri, maka buat jadwal, misalnya hari Senin- Kamis (jogging), Jumat (Sepeda sehat anti narkoba), Sabtu (jogging), Ahad (senam di boulevard)

Ayo, mari biasakan olahraga rutin min 30” per hari.

Korban Arisan Ibu-ibu

Galesong, 28 April 2018 mengantar isteri tercinta untuk mengikuti arisan di Wisata Pantai Galesong Kab Takalar.

Karena tdk terlibat pada acara arusan, maka keliling2 saja menikmati pantai, lihat orang berenang sambil WA.

Begitulah kalau acara ibu2 oasti identik dengan waktu lama. Salah satu bentuk pengorbanan suami yaitu menemani istri kemana dia mau pergi (menyenangkan).

Menungguuu sampai acara ibu2 selesai. Insya Allah, menyenangkan isteri bernilai ibadah, amiin.

Aksi SMA Negeri 3 Lau Kab Maros dalam rangka mewujudkan sekolah bersih narkoba

DSC_0183Salah satu upaya BNN Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mempercepat pencapaian program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, yaitu dengan memperlombakan aksi sekolah bersih narkoba degan menggerakkan peran sekolah menengah di Sulawesi Selatan untuk beraksi dalam bentuk kegiatan positif dari berbagai kemampuan siswa menuangkan ide-ide kreatif dalam menciptakan sekolah bersih narkoba. Melalui aksi sekolah bebas narkoba ini, diharapkan akan menjadi prototype bagi  sekolah lainnya di Kota Palopo.
Baca lebih lanjut

Allah Memperlihatkan Kekuasaannya

Sebagian kecil tanda-tanda kekuasaan Allah diperlihatkan akhir-akhir ini untuk manusia di muka bumi ini, antara lain :

Rekonstruksi Aceh dan Nias belum selesai, muncul isu gunung merapi di Yogyakarta akan meletus, jadi perhatian pemerintah diarahkan ke sana, dengan sibuk2nya mbah Marijan membaca mantranya, eh tiba-tiba gempa muncul di Bantul yang menewaskan banyak orang.

Peristiwa lumpur Lapindo, dengan usaha masyarakat paranormal di sana menyumbat lubang lumpur tersebut dengan 4 ekor sapi, eh tiba-tiba pipa pertamina meledak di sekitar tempat itu dan menewaskan beberapa orang, dan masih banyak lagi bencana alam setelah itu, namun yang paling terakhir sampai hari ini (tanggal 6 Maret 200) adalah tergelincirnya pesawat garuda di bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang menewaskan 44 orang (berita Metrotvonline jam 14.00 WIB), tetapi keesokan harinya diberitakan 22 orang yang tewas (belum jelas).

Sebelum tergelincirnya pesawat garuda di Yogyakarta, terlebih dahulu bencana jatuhnya pesawat Adam Air di Sulawesi (penumpangnya tidaktersisa), kemudian disusul dengan pendaratan darurat pesawat Adam Air di Surabaya yang mengakibatkan badan pesawat patah, amun tidak menimbulkan korban tewas.

Setelah dua peristiwa naas ini menimpa pesawat Adam Air, kepercayaan masyarakat terhadap kelayakan terbang pada pesawat selain Garuda Air, berkurang. Sehingga masarakat terutama yang berdui jika hendak bepergian pasti memilih Garuda Air.

Tetapi hari ini (6 Maret 2007) kembali Allah memperlihatkan kekuasaannya bahwa pesawat apapun, jika Allah menghendaki, akhirnya Garuda Air juga menewaskan banyak orang.

Artinya manusia tidak ada ap-apanya dibanding dengan kekuasaan Allah, dst…………….

Kenapa Sistem Informasi Kesehatan banyak yg GAGAL ?

Penerapan Sistem Informasi Kesehatan ada beberapa yang gagal/ macet setelah dioperasikan, belum apa-apa sudah macet. Kenapa macet ?

Saya dapat mereka-reka penyebab beberapa sistem informasi di jajaran kesehatan macet setelah mengikuti Seminar Sehari Manajemen Proyek Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang diselenggarakan oleh pengelola konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (Prodi IKM) Fakultas Kedokeran UGM Yogyakarta pada tanggal 28 Pebruari 2007 di R. 302 Gedung IKM Lt.3 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pada seminar itu nara sumber banyak membahas tentang manajemen proyek tentang teknologi informasi.

 

Kenapa yang banyak dibahas hanya proyek teknologi informasi ? Sedangkan komponen Sistem Informasi Kesehatan itu bukan hanya teknologi informasi saja, tetapi termasuk juga organisasi dan manajemen (materi kuliah di konsentrasi SIMKES UGM Yogyakarta). Kenapa tidak ada tentang proyek yang berkaitan dengan organisasi dan manajemen?

 

Sehubungan dengan hal di atas dan kasus di daerah tentang kasus macetnya beberapa sistem informasi mungkin diakibatkan karena rata-rata yang diproyekkan hanyalah teknologi informasi termasuk di dalamnya training tenaga operasioal. Akhirnya sistem itu hanya menjadi milik proyek dan tenaga yang pernah dilatih. Bagaimana dengan seluruh tenaga, birokrasi dan desentralisasi, tata hubungan kerja, lintas sektor, unit swasta, dan lain-lain ?

 

Saran :

Dalam menata Sistem Informasi Kesehatan (SIK), selain membangun teknologi informasi, komponen organisasi dan manajemen perlu mendapat perhatian khusus, karena teknologi informasi tanpa keterkaitan dengan kedua komponen lainnya, maka sistem yang telah dibangun itu lambat laun akan mogok.

 

Demikian saya tulis, jika ada benarnya itu semua karena dari Allah, tetapi jika salah, itu semata karena saya. Semoga tulisan ringkas ini ada manfaatnya bagi orang banyak. 

 

Wassalam

 

 

Sudarianto

Jaringan yang Menjengkelkan

Pada awal bulan Maret 2007, di kelas Simkes 2006 (R.204) telah dipasang Wi-fi, alangkah gembiranya mahasiswa Simkes karena tanpa keluar kelas, kami sudah dapat terhubung ke internet. Tetapi sayangnya karena untuk masuk geoogle dan lainnya tidak bisa, yang bisa hanyalah chating saja. Namun demikian teman-teman sudah puas, karena sudah ada tanda-tanda kebaikan.

Beberapa hari kemudian, teman-teman banyak yang ngomel karena masa yang dapat terhubung hanya chating ? Sedangkan yang lainnya terputus-putus. Apa sebabnya ?

Padahal yang kita butuhkan adalah masuk ke google, bmj, blogger, wordpress dan lain-lain, tetapi terputus-putus. Akhirnya teman-teman hhhhhhh……………………….

Perkuliahan Yang Melelahkan

Sejak tanggal 2 Agustus 2006, saya memulai mengikuti perkuliahan pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bersama 485 orang dengan berbagai peminatan (FETP/Epidemiologi Lapangan, Promosi Kesehatan (Promkes), Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK), Gizi, Kesehatan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit (MMR), Kebijakan Obat (MKO), Pembiayaan dan Asuransi Kesehatan, dan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (Simkes).

Rata-rata mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini sudah bekerja pada instansi pemerintah dan lainnya. Jadi rata-rata umur sudah berkepala tiga.  Pada usia setingkat ini sudah cepat lelah.

Terbukti pada proses perkuliahan ini, setelah saya tanya beberapa orang mahasiswa, pada umumnya mengatakan bahwa jumlah mata kuliah yang mampu diperhatikan perhari maksimal 2 MK. Selebihnya itu  dianggap angin lalu.

Tetapi kenyataannya perkuliahan perhari rata-rata 4 matakuliah perhari. Jadi sepulang dari mengikuti perkuliahan yang dirasakan hanya lelah dan langsung tertidur, tidak sempat lagi membaca-baca pelajaran yang didapatnya.

Keuntungan bagi mahasiswa karena sedikit waktu untuk perkuliahan (hanya 2 bulan per semesternya), dan cepat pulang. Namun dari segi kualitas, tunggu dulu. Apalagi mahasiswa yang megambil program kelas jarak jauh, hanya mengikuti perkuliahan selama 2 minggu persemesternya, setelah itu pulag ke daerah masing-masing.

Cerita Pertama Adanya Arung Mangkau di Bone

Kehadiran To Manurung sebagai sosok dengan berbagai kelebihan yang pada saat itu sangat bertepatan pada saat titik klimaks setiap kelompok yang bertikai untuk berhenti saling bertempur. Kehadiran To Manurung yang dikisahkan dengan begitu dramatis dalam lontara’ (Mattulada,40;1998) turut mendukung kondisi yang “kebetulan” ini. Pada akhirnya Matoa/Ulu Anang (pemimpin kelompok) dengan To Manurung membuat kesepakatan bersama atau perjanjian untuk bersama-sama menata suatu masyarakat dengan suatu hukum atau panggadereng dalam wilayah teritorial tertentu. Salah satu isi perjanjian yang penting adalah mengangkat To Manurung sebagai pemimpin tertinggi dan ditaati bersama. Pada tahap ini maka pactum subjectionis telah terealisasi dalam Masyarakat Bugis waktu itu.

Perjanjian antara To Manurung dan Matoa/Ulu Anang termaktub dalam lontara’ attoriolonna to-Bone sebagai berikut (Mattulada,41;1998):
To Manurung :”Teddua nawa-nawako, Temmabbaleccokko “
(“Tidak engkau berdua hati ?,tidakkah engkau akan ingkar?”)
Matoa Ujung (Mewakili Matoa/Ulu Anang lain): “Angikko ki raukkaju.Riao’ miri’ ri-akkeng.Matappalireng. Elo’nu ri-kkeng,Adammu kua. Mattampakko kilao,Millauko kiabbere.Molikko kisawe. Mnau’ni anammeng, pattarommeng. Rekkua muteaiwi,Ki-teai toi-sa. Ia kita ampirikkeng temmakare’. Dongirikeng, temmatippe. Musalipuri’kkeng Temmacekke.”
(Anginlah engkau,kami daun kayu.Kemana engkau menghembus ke sana kami terbawa.Kehendakmu kepada kami, titahmu yang jadi. Engkau menyeru, kami pergi. Engkau meminta, kami memberi. Engkau memanggil,kami menyahut. Walaupun anak kami dan isteri kami, apabila engkau tak menyukainya, kami pun tak menyukainya.Akan tetapi, tuntunlah kami menuju kemakmuran. Engkau menyelimuti kami agar kami tidak kedinginan”)
Perjanjian di atas selanjutnya senantiasa dilafalkan sebagai sumpah oleh calon raja pada saat akan dilantik menjadi raja baru atau pemimpin baru.

“……….Maelokkeng riamaseang tamaraddekna mai ri tana, ajakna ki mallajang, tudanni mai mangkaukiwi atatta. Naelokmu kua, passuruammu ripogauk, mudongiri temmatippakeng, musalipuri temmadingikkeng, muwessé temmatippakeng, namau anakmeng na pattoromeng muteawi, ikkeng teai to “

(“……… Kami ingin dikasihani Tuan, menetaplah di sini di negeri Tuanku, janganlah lagi pergi (lenyap), duduklah di sini memerintah kami Tuanku. Kehendakmulah yang menentukan, perintahmu kami lakukan. (tetapi) Engkau jaga kami dari gangguan burung pipit, (Engkau) selimuti kami agar kami tidak kedinginan, Engkau ikat kami bagai seonggok padi yang tak hampa, walaupun anak kami dan atau isteri kami bila Engkau tidak menyukainya, kami pun juga tidak menginginkannya”)
Setelah berdirinya kerajaan atau negara sebagaimana hasil kesepakatan antara To Manurung dan Matoa/Ulu Anang selanjutnya dibentuklah struktur kenegaraan yang akan menjalankan sistem administrasi negara.

Di Kerajaan Bone memiliki sistem pemerintahan yang konfederasi. Jabatan tertinggi atau pemimpin kerajaan adalah Arung Mangkau (Raja yang berdaulat). Dalam proses pengambilan kebijakan dibantu oleh sebuah dewan yang anggap sebagai wakil rakyat yang berjumlah tujuh orang, makanya disebut Arung Pitu’ atau Matoa-Pitué. Ketujuh anggota Dewan Matoa-Pitué selain menjadi anggota dewan pemerintahan Kawérrang Tana Bone juga tetap menjalankan pemerintahan atas wanua asalnya secara otonom serta mengkordinasikan wanua-wanua lain yang tergabung padanya. Setiap wanua yang merupakan angggota konfederasi Kerajaan Bone dipimpin oleh Arung yang memiliki organisasi dan hukum sendiri. Sistem konfederasi ini berlaku hingga Raja Bone ke-9 yang selanjutnya berubah menjadi sistem sentralisasi kekuasaan yang ditandai dengan kelengkapan kekuasaan pusat yang lebih besar dan lebih kuat. Matoa wanua tidak lagi merangkap jabatan di matoa-pitué. Dewan matoa-pitué berperan sepenuhnya sebagai pejabat kekuasaan Pusat Tana Bone yang selanjutnya dirobah menjadi (Dewan) Ade’ Pitué yang merupakan Dewan Menteri Tana Bone.Selanjutnya di sebut pampawa ade’ atau pakatenni ade’ yang berfungsi sebagai kekuasaan eksekutif dan penyambung lidah rakyat kepada raja. Pada saat Raja Bone ke-10 We Tenrituppu ri Sidenreng struktur pemerintahan dirubah dengan diangkatnya To-marilaleng yang berfungsi sebagai perdana menteri yang juga mengkordinir Ade Pitué.