Kenangan 1 Muharram (1 syuro=jawa) di Parangkusumo

Penasaran

1 Muharram adalah tahun baru Hijriyah/ tahun baru islam dikenal dengan hijrahnya Nabi Muhammad dari kota kelahirannya menuju Madinah dengan penuh pengorbanan.
Menjelang 1 Muharram 1430 H  kali ini, saya teringat setahun yang lalu, yaitu tahun 2007/ 1429 H bersama Utengwy di pantai Parangkusumo. Waktu itu saya penasaran dengan cerita Mas Uteng tentang malam 1 syuro, malam selasa dan jumat kliwon di pantai Parangkusumo sangat ramai.

Pada malam itu, malam 1 syuro bertepatan dengan malam selasa kliwon, saya dibonceng motor oleh Mas Uteng dari Sendowo menuju Pantai Parangkusumo. Ramai banget…… Ternyata menurut Mas Uteng bahwa setiap malam selasa dan jumat kliwon, tempat itu dipenuhi dengan keramaian manusia.

Sakral

Nuansa sakral terasa sesaat setelah memasuki kompleks Pantai Parangkusumo, pantai yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta dan diyakini sebagai pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Wangi kembang setaman akan segera tercium ketika melewati deretan penjual bunga yang dengan mudah dijumpai, berpadu dengan wangi kemenyan yang dibakar sebagai salah satu bahan sesajen. Sebuah nuansa yang jarang ditemui di pantai lain.

cepuri-parangkusumo Kesakralan semakin terasa ketika anda melihat taburan kembang setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta yang terletak di dalam Puri Cepuri, tempat Panembahan senopati bertemu dengan Ratu Kidul dan membuat perjanjian. Senopati kala itu duduk bertapa di batu yang berukuran lebih besar di sebelah utara sementara Ratu Kidul menghampiri dan duduk di batu yang lebih kecil di sebelah selatan.

Parangkusumo-2 t Pertemuan Senopati dengan Ratu Kidul itu mempunyai rangkaian cerita yang unik dan berpengaruh terhadap hubungan Kraton Yogyakarta dengan Kraton Bale Sokodhomas yang dikuasai Ratu Kidul. Semuanya bermula ketika Senopati melakukan tapa ngeli untuk menyempurnakan kesaktian. Sampai di saat tertentu pertapaan, tiba-tiba di pantai terjadi badai, pohon-pohon di tepian tercabut akarnya, air laut mendidih dan ikan-ikan terlempar ke daratan.

Kejadian itu membuat Ratu Kidul menampakkan diri ke permukaan lautan, menemui Senopati dan akhirnya jatuh cinta. Senopati mengungkapkan keinginannya agar dapat memerintah Mataram dan memohon bantuan Ratu Kidul. Sang Ratu akhirnya menyanggupi permintaan itu dengan syarat Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Ratu Kidul. Senopati akhirnya setuju dengan syarat perkawinan itu tidak menghasilkan anak.

Perjanjian itu membuat Kraton Yogyakarta sebagai salah satu pecahan Mataram memiliki hubungan erat dengan istana laut selatan. Buktinya adalah dilaksanakannya upacara labuhan alit setiap tahun sebagai bentuk persembahan. Salah satu bagian dari prosesi labuhan, yaitu penguburan potongan kuku dan rambut serta pakaian Sultan berlangsung dalam areal Puri Cepuri.

kejawenpanembahan_2 Tapa Senopati yang membuahkan hasil juga membuat banyak orang percaya bahwa segala jenis permintaan akan terkabul bila mau memanjatkan permohonan di dekat Batu Cinta. Tak heran, ratusan orang tak terbatas kelas dan agama kerap mendatangi kompleks ini pada hari-hari yang dianggap sakral. Ziarah ke Batu Cinta diyakini juga dapat membantu melepaskan beban berat yang ada pada diri seseorang dan menumbuhkan kembali semangat hidup.

Ngamar Mas

Selain melawati Batu Cinta dan melihat prosesi labuhan, anda juga bisa ngamar. Ternyata bertepatan dengan malam kesakralan ini, tempat ini juga disambili oleh para perempuan  penjaja sex. Pada malam itu, sementara saya memotret di areal Puri Cepuri, saya dikerumunin perempuan sambil membisikkan “ngamar mas”. Oh ternyata mereka menawarkan untuk masuk kamar. Konon kabarnya, menurut Mas Uteng sejarah munculnya keramaian perempuan penjaja sex di tempat itu karena pada jaman dahulu, ada kepercayaan bahwa pada malam selasa dan jumat kliwon jika melakukan persetubuhan di tempat itu maka akan murah rezkinya dan menjadi awet muda. Jadi pada jaman dahulu, persetubuhan di tempat itu dilakukan dengan gratis  demi untuk mempermudah rezki, tetapi sekarang perempuan penjaja sex tersebut mungkin mengambil kesempatan untuk menyediakan setubuh siap saji dengan bayaran yang bervariasi  berdasarkan kecantikan wajahya.

Iklan

12 comments on “Kenangan 1 Muharram (1 syuro=jawa) di Parangkusumo

  1. muharam, tentu tak pernah diciptakan sebagai bulan penuh kesedihan. bahkan, bulan pertama di penanggalan komariah ini seharusnya menjadi bulan penuh resolusi untuk 12 bulan mendatang. namun begitulah adanya sejarah kemanusiaan kita, banyak tragedi justru tercipta di bulan ini. diantaranya.
    Menjelang muharam ini, selain karena saya lahir di hari pertama muharam, saya juga teringat cucunda nabi yang tewas terpenggal di hari ke sepuluh muharam.
    Entah mengapa, sultan jogja juga mengqiyaskan bulan ini pada pertemuan mitologis dengan roro kidul.

  2. Muharram : berasal dari kata yang artinya ‘diharamkan’ atau ‘dipantang’, yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah atau bermusyrik2an. Tetapi ada juga di kalangan orang dulu malah berpantangan keluar rumah pada 1 muharram.
    Padahal sesungguhnya bulan Muharram merupakan bulan yang agung lagi penuh berkah. Muharram adalah awal bulan pada tahun hijriyah dan termasuk salah satu dari bulan-bulan haram, sebagaimana firman Allah yang artinya :
    “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di-antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. At -Taubah :36).

  3. Ketika ditanya “ngamar mas”, saya balik ke Mas Uteng.
    Uteng : disuruh masuk
    Aku : Masuk apa ?
    Sirene patroli polisi : ngiung….ngiung…. ngiung…..
    Perempuan2 itu lari terpontang panting.
    Aku : Kenapa itu Uteng ?
    Uteng : Razia polisi
    Aku tanya orang lain yg banyak berkumpul…
    Mas,kog banyak perempuan yg nawar ngamar ya?
    Jawab orang itu : Oh iya, pelaris rezki mas, ini kan malam 1 syuro, kliwon lagi.
    Ternyata keyakinan orang sebagian orang disitu, jika melakukan persetubuhan di tempat itu akan mendapat penglaris rezki dan semakin awet muda.
    Syukur ada polisi, aku hampir awet muda….. he…he…

  4. Memang sangat kelewatan keadaan Parangkusumo saat ini. Jika anda seorang laki-laki ke sana sendirian kapan saja waktunya pasti dianggap akan mencari psk. Seandainya anda seorang perempuan sendiri ke sana pasti akan dianggap seorang psk. Serba salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s