Tentang saya

LAHIR
Saya dilahirkan oleh pasangan Raddise dan St. Hadiah pada hari Kamis dini hari berkisar jam 05.00 WITA, tanggal 10 Mei 1968 di kampung Ujung, Rt. 05/ RW 02 Dusun Ujung Desa Ujung Lamuru Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.
NAMA

Ketika saya dilahirkan, bertepatan dengan kunjungan panglima Kodam IV Hasanuddin (Bapak Solihin GP) ke Kompi 725 (sekarang dipindahkan ke Kendari), kebetulan di depan rumah orang tua bermarkas. Dan pada waktu itu rumah masyarakat banyak digunakan tempat menumpang para tentara yang sudah berkeluarga, termasuk di rumah orang tua saya ditumpangi oleh Kopka Sako bersama isteri. Mungkin karena secara kebetulan bertepatan saya dilahirkan dengan waktu berkunjungnya Bapak Solihin GP, maka konon kabarnya saya diberikan nama juga Sholihin.

Tetapi nama ini tidak bertahan lama karena ketika paman saya pulang berlibur di Kab. Bone kira-kira pada tahun 1969 yang kesehariannya bertugas di Semarang sebagai Jaksa, menurut orang tua : paman itu bertanya kepada saya, siapa namanya ? Mungkin karena saya mendengar kalau anak paman itu selalu dipanggil Anto, maka dengan tegas katanya saya menjawab “Anto”. Sejak saat itulah saya selalu dipanggil Anto.
Nama “Anto” itu ditambah oleh kakak pertama saya (Haryati) menjadi Sudaryanto ketika mendaftar masuk di SD. Namun ketika saat penulisan ijazah SD, guru yang bertugas menulis ijazah itu keliru menulis nama saya menjadi Sudarianto.

MENGENYANG PENDIDIKAN DI SD

Pada tahun 1975, saya memulai mengenyang pendidikan pada SD Neg. 159 Patangkai yang jarak dari rumah orang tua berkisar 200 m. Pada waktu itu, saya dijemput oleh sepupu saya (Hilaluddin) yang merasa senior pada sekolah itu karena tinggal kelas. Dialah yang membimbingku setiap hari, karena saya masih terbilang pada golongan terkecil di kelas. Tetapi ternyata sepupu tersebut hanya sampai tamat SD berhenti dan kemudian menikah.

Teman2 pada waktu SD antara lain : Takdir H.Wata, Samsuri, Basri, Hasamuddin, Alimuddin, Abd. Azis, Kamaruddin, Rafiuddin, Muh.Tang, Muh.Yamin, Harinuddin, Mursalim, Bahrinur, Marsus, Usman, Ashar, Naheri, Nurhaeda, Jahida, Wahyuni, Mintarsia, Nurhayati, Nahar, dll (banyak yang sdh lupa).

Sedangkan guru2 yang mendidik saya pada waktu SD antara lain : Hafile, Muh. Yamin, Abd. Kadir, Abd.Fattah, Hafsah, Hapinang, Sirajuddin, Ratnawati . Saya menyelesaikan pendidikan pada SD N 159 Patangkai Kecamatan Lappariaja Kab. Bone pada tahun 1981.

LULUS MASUK SMP N UJUNG LAMURU

Pada tahun 1981, saya lulus masuk SMP Negeri Ujung Lamuru Kecamatan Lappariaja Kab. Bone. Dari sekian orang teman luaran SD saya, hanya beberapa orang yang lulus, antara lain, Ashar, Marsus, Bahrinur, Takdir, Wahyuni, Mursalim, Alimuddin, Harinuddin, dan Rafiuddin.

Pertama, saya duduk di kelas I C. Karena belajar keras, sehingga berhasil naik ke kelas II C dengan rangking I di kelas dan rangking III umum dari 7 kelas. Bambang Yusuf ragking I, Abidin Nur rangking II, kemudian saya rangking III.

Karena saya rangking I kelas, sehingga terpilih menjadi ketua kelas II C. Bahkan terpilih menjadi ketua OSIS SMP Neg. Ujung Lamuru. Pada saat itulah terasa menjadi primadona di sekolah. Saya pilih-pilih perempuan untuk menjadi pacar. Dan pilihan tersebut jatuh pada Her… (teman kelas di II C). Tetapi karena kegiatan OSIS yang banyak sehingga setiap hari selalu sama-sama dengan sekretaris OSIS (DS kelas II E). Setiap hari sama-sama, sehingga kecantol menjadikannya pacar ke dua. Wah, heboh karena saya selaku ketua OSIS menyerahkan kepadanya untuk mengurus kegiatan yang menyangkut perempuan, sehingga pada setiap saat tidak pernah melibatkan Her… sebagai saingannya. Sulit rasanya membagi waktu untuk membahagiakan dua perempuan pada satu sekolah. Akhirnya pada tahun 1984 berhasil menyelesaikan pendidikan pada SMP Neg. Ujung Lamuru.

SEJARAH BELAJAR PADA SMA

Selanjutnya, saya mendaftar pada SMA Neg. Lappariaja Kab. Bone, dan berhasil lulus. Saya duduk di kelas I A dan terpilih kembali mejadi ketua kelas. Wah, tugas perpanjangan tangan antara guru dan siswa kembali saya emban seperti pada saat di SMP. Saya mengelola kelas dengan menfungsikan teman-teman untuk membantu.

Setelah penaikan kelas, berhasil masuk pada pilihan untuk menduduki kelas II Fisika, dan kembali terpilih menjadi ketua kelas. Waktu berjalan terus, pemilihan ketua OSIS pada SMA Neg. Lappariaja periode tahun 1985/1986 berlangsung, kembali saya terpilih untuk menjadi ketua OSIS dengan suara terbanyak. Namun karena pengalaman dari kegiatan OSIS pada periode sebelumnya sangat sulit untuk mencairkan dana untuk kegiatan OSIS yang membuat saya mengajukan satu syarat untuk menerima sebagai ketua OSIS, yaitu uang OSIS dipegang oleh bendahara OSIS. Tetapi Drs. A. Mappegau Paelori selaku Wakil Kepala Sekolah dan sebagai pemimpin rapat pada waktu itu tidak menerima usulan saya tersebut, sampai membuat saya keceplos mengusulkan untuk membentuk juga OGIS jika uang siswa tersebut tetap akan dipegang oleh guru. Karena kata-kata saya tersebut, membuat Pak Mappegau sangat marah.

Sampai beberapa hari Pak Mappegau Paelori selalu marah-marah, dan pada suatu saat beliau memarahi siswa yang terlambat, tetapi tiba-tiba saya muncul di depannya, padahal beliau sudah menitip pesan kepada teman saya supaya dalam waktu dekat saya tidak boleh menghampiri beliau. Lantaran saya tidak mengindahkan pesan tersebut, saya tetap menghampiri beliau dengan maksud ingin minta maaf atas kelancangan kata-kata saya dalam rapat beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba beliau melihat ke arah saya, dengan langkah yang cepat kemudian menampar muka saya sambil mengucapkan “kenapa anda sampai hati mengucapkan kata-kata itu di depan saya padahal anda adalah siswa yang paling dekat dan saya sayangi” lalu melangkah masuk ruangannya.

Sejak saat itu, saya tidak pernah konsentrasi belajar, apalagi mau mengurusi OSIS. Pak Mappegau sudah mengirim mantan Ketua OSIS lama (yang kebetulan Om saya) untuk membujuk saya supaya mau menyusun kegiatan OSIS, tetapi saya tetap tidak tertarik.

Karena peristiwa itu, saya diam-diam ke Makassar tanpa sepengetahuan siapa-siapa (termasuk orang tua) dengan mengikuti sepupu yang sekolah di Makassar. Pada saat itu saya menemui sepupu bapak saya yang bernama Drs. Sakaruddin dan mengutarakan niat untuk pindah sekolah ke Makassar. Om itulah yang memasukkanku ke SMA Neg. IV Makassar pada tahun 1986.

Sewaktu berhasil mengikuti pelajaran pada SMA Neg IV, saya merasa sangat ketinggalan, mungkin begitulah perbedaan sekolah di daerah dengan di kota. Beberapa bulan saya melakukan penyesuaian, baik dari segi pelajaran, pergaulan, bahasa, logat dll.

Di sekolah ini, saya hanya berada di posisi tengah-tengah saja (dalam kelas), tidak mampu lagi berada di urutan atas sampai akhirnya menyelesaikan pendidikan pada SMA.


KULIAH DI SPPH

Pada tahun 1987 saya mengikuti ujian sipenmaru (pada waktu itu satu paket dengan UNHAS & IKIP) dan memilih jurusan KESEHATAN alias Sekolah Pembantu Penilik Higyene (SPPH). Ketika pengumuman kelulusan yang dimuat di koran, pada waktu itu saya bersama teman2 mencari nomor dan ternyata lulus. SPPH Depkes U.Pandang pada waktu itu dipimpin oleh Drs. H. M. Asri Wase.
Teman sekolah pada waktu itu yang masih saya ingat antara lain : Rohmawati, Darfin, Kasmawati, Asmawati, Halima, Yusbar, Haris, Zakir, Hafsi, Wahidah, Purwono, Y.Rapa Patari, Y.Madika, Alosius, Yahya, Helda, Suriani, Rosmini, Nuraeni, Marinus, Yusuf, Eki Pallawa, Agustinus, Makiruddin, Aziz, Latif dll. Tetapi teman khusus (pacar) Suriani dan Kasmawati.
Kuliah di SPPH hanya satu tahun tetapi padat, dari pagi sampai sore dan bahkan terkadang sampai malam. Pakaian seragam, harus pakai baju dalam, kaos kaki (pokoknya harus rapih). Makan, harus makan bersama di ruang makan dengan waktu yg telah ditentukan, lewat waktu tidak dapat jatah makan. Tidur harus di asrama, walaupun rumah dekat, seperti Rahmawati, rumahnya hanya berjarak 300 m, tetap harus tidur di asrama. Hari libur bisa pulang, tapi harus seizin dengan ibu asrama, lurah asrama. Memang akrab dengan teman2 semua, layaknya satu keluaga. Tetapi gampang orang pacaran karena yg menghalang asrama hanya ruang makan. Malam-malam, nyingkull di sudut2. Wah pura2 kerjain tugas, padahal yg dicerita…… aku….padamu….. dunia ini serasa milik kita berdua….. begitulah kata2 yg sering diucapkan pada saat diskusi cinta.
Selama setahun belajar, dan berhasil lulus pada tahun 1988. Saya sempat menganggur karena tidak mau mengikuti penempatan PNS ke Irian, yang sebenarnya penempatan ke sana. Dan akhirnya baru terangkat kembali jadi PNS pada tahun 1990/1991.

BEKERJA SEBAGAI PNS

Pengangkatan I pada tahun 1990/1991 dan ditugaskan ke Puskesmas Dua Boccoe Kecamatan Dua Boccoe. Kab.Bone (Sulsel). Saya bertugas sebagai Sanitarian, sesuai dengan latar belakang sekolah. Di tempat itu, beberapa perempuan yang memacari saya, antara lain Tati (PNS SMP Ajangale), Ida (SMA Pompanua), Cica (SMP Uloe) dan Wahida (bidan desa). Kenapa pada profil saya ini selalu menceritakan pacar ? Karena pada waktu itu masih pacaran yang menjadi prestasi lebih tinggi bagiku. Soal pekerjaan masih diurutan kedua pada waktu itu. Teman kerja di Puskesmas, antara lain ; dr. Muslim, H.Hasnawati, H.Hasbiah, Tjaya, Bunayya, Tiar, A.Ilyas, Darwis, Sumange, Normalia, Rusdi, Jasmawati. Setelah 1,5 th bertugas di Puskesmas tsb, saya lulus test untuk tugas belajar ke AKL Surabaya tahun 1994. Namun menjelang keberangkatan kuliah saya kena musibah, yaitu kecelakaan pada hari Jumat 1994 di Passippo Kec. Palakka Kab. Bone. Kejadiannya mobil raksasa menginjak batu dan batu tersebut terpelanting mengena mata yang menyebabkan cacat seumur hidup pada mata kanan. Dirawat selama 2 bulan di RSU Wahidin Sudirohusodo, jadi terlambat 2 bl juga belajar di AKL pada waktu itu.
Ini peringatan bagi saya, dan merupakan pelajaran bagi pembaca supaya tidak terlalu membelalak matanya kalau melihat cewek cantik. Sejak saat itu, saya sering termenung, merasa berdosa kepada beberapa perempuan yg pernah saya pacari dan lebih2 pada Allah. Ya Allah… ampunilah dosaku ya… Allah, baik yang tersembunyi maupun yg terang2an.
Setelah 2 bulan dirawat di RS, berangkatlah ke Surabaya dengan niat pergi sekolah dan insya Allah menikah di sana.

KULIAH DI AKL SURABAYA dan MENIKAH
Pada tahun 1994, saya datang terlambat 2 bulan dibanding dengan teman2 kuliah yang lain. Sempat disuruh cuti, tetapi karena bantuan dosen mau bertanda tangan supaya saya diikutkan perkuliahan bersama dengan teman2 yang lainnya. Waktu itu sebanyak 7 anak Sulsel bersamaku. Mereka sangat memanjaku karena saya sakit dan terlambat datang. Mereka sangat baik membantuku, ada yg memfoto copykan seluruh materi perkuliahan, ada yang sering membawaku rekreasi supaya saya tdk mengingat peristiwa itu, ada yg sering ngobrol ttg masa depan pokoknya mereka sangat perhatian. Mereka itu antara lain : Hidayat, Nabhan, Daud Latif, Astafanus, Raharjo, Yani, Nursang. Setahun kemudian, dengan niat yang tulus saya menjalin cinta dengan perempuan kelahiran Donggala bernama Zaenab (teman kelas). Setahun sy menjalin cinta, maka pada tanggal 05 Pebruari 1996 kami melangsungkan pernikahan dengan Zaenab di Donggala (bertepatan liburan semester).
Dan setelah selesai pendidikan, kembali ditempatkan pada Puskesmas Dua Boccoe Kab. Bone Sulsel. Dan pada November 1998 pidah tugas ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

KULIAH SELANJUTNYA

Pada tahun 1999, lulus tugas belajar masuk UNHAS yaitu pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Jurusan Kesehatan Lingkungan, selesai pada tahun 2001.

Beberapa tahun kemudian, yaitu tahun 2006 kami diutus belajar ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yaitu pada Fakultas Kedokteran, minat utama Epidemiologi Lapangan konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES), selesai bulan April 2008.

anto 2011Bertugas kembali pada Dinkes Prov. Sulsel sejak Juli 2008- 6 Januari 2011. Pada tanggal 7 Januari 2011 resmi  pindah ke Biro Bina Napza dan HIV-AIDS Setda Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Kasubag Perencanaan sampai dengan Agustus 2011.
Sejak 1 Agustus 2011 resmi pindah ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel sebagai Kasubag Perencanaan sampai 31 Maret 2015.
image

Sejak 1 April 2015, diberi amanah sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi pada BNN Prov. Sulsel.

Iklan

21 comments on “Tentang saya

  1. Bagus juga biografinya pak.saya juga asli ujung lamuru anak kelima dari mantan guru SD (Abd fattah) pak sudarianto cuma sejak 2002 sampe sekarang domisili di jakarta.

  2. He…he… saya ingat… saya ingat anda, waktu kecil kan anda selalu dipanggil kandacong toh… sip…sip… Sekarang jadi tentara toh ? Tinggal di mana di Jakarta ?

  3. sebenarnya saya hanya iseng aja search diinternet tentang desa ujung lamuru eh ternyata dapat CV tentang bapak, ya udah aku baca detailnya,,,,,, oohhhh ternyata tetangga RT. slm kenal aja pak sy dr RT04. oh iya, klo pak arman anakya pak fattah klo g’ salah rumahnya dkat dr SD inp 3/77 ujung lamuru.

  4. Aslm,senang bs komen di blognya ka Anto,sbnrnya dicrtkan ma leni yg kbtulan kluarga jg dr mama(samsiati)…”prjalanan penuh liku2 tuk mraih kesuksesan”…mudah2an z jg bs sprti ka Anto,hehehe…:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s