Generasi Sulsel dalam pusaran penyalahgunaan narkoba

Sulawesi Selatan memiliki lokasi yang strategis di Kawasan Timur Indonesia memungkinkan Sulawesi Selatan dapat berfungsi sebagai pusat pelayanan, baik bagi Kawasan Timur Indonesia maupun untuk skala internasional, karena itu sangat rawan penyelundupan narkoba. Tempat-tempat yang rawan penyelundupan narkoba yaitu Pelabuhan Parepare, Soekarno Hatta, Bandara St. Hasanuddin, dan lintas darat. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian BNN kerjasama dengan Litbang Kesehatan UI yang memproyeksikan penyalah guna narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2015 sebanyak 128.000 penyalah guna narkoba. Dipertajam dengan hasil razia BNNP Sulsel antara bulan Mei s/d November 2015 pada tempat hiburan dan rumah kost berhasil menjaring sebanyak 474 penyalah guna narkoba, dan sebanyak 613 penyalah guna narkoba lainnya yang datang melaporkan diri secara sukarela ke institusi penerima wajib lapor BNN Provinsi/ Kab/Kota di Sulawesi Selatan.

Generasi di Sulawesi Selatan akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa “generasi Sulsel dalam pusaran penyalahgunaan narkoba”. Jika ditinjau dari segala hal, misalnya kota atau desa saat ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penyalahgunaan narkoba sudah sampai pada pelosok pedesaan dengan bukti data yang dirilis oleh BNNP Sulsel sebanyak 1,19% dari 1.280 penyalah guna narkoba yang dirujuk untuk rehabilitasi dari BNNP Sulsel memiliki latar belakang petani. Bukti lain bahwa generasi dalam pusaran penyalahgunaan narkoba jika ditinjau dari usia, sudah mengorbankan anak-anak sampai lanjut usia. BNNP Sulsel merilis penyalah guna narkoba yang direhabilitasi dari 1.280 orang, terdiri dari golongan usia 12-16 tahun sebanyak 5,72%, golongan usia 17-41 tahun sebanyak 86,19% dan bahkan usia lanjut usia 42-57 tahun sebanyak 1,49%. Data ini membuktikan bahwa bukan hanya usia remaja yang dikorbankan, tetapi usia anak-anak dan bahkan lanjut usia pun masih terjebak pada pusaran penyalahgunaan narkoba. Jika ditinjau dari pekerjaan, seluruh jenis pekerjaan sudah terdaftar di BNNP Sulsel terkait latar belakang pekerjaan penyalah guna narkoba yang dirujuk dari BNNP Sulsel untuk menjalani proses rehabilitasi, antara lain wiraswasta (21,47%), menyusul pengangguran (19,93%), swasta (10,39%), karyawan (8,69%), mahasiswa (6,81%), pelajar (6,30%), ladies (3,75%), buruh (2,21%), IRT (2,21%), sopir (2,04%), PNS (1,19%), TNI (1,19%), petani (1,19%), dan lainnya rata-rata di bawah nol koma persen.

Kalangan intelektual diharapkan dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba, tetapi data membuktikan bahwa kalangan mahasiswa, pelajar dan bahkan ada profesor yang terperangkap pada pusaran penyalahgunaan narkoba.

Dari rentetan data ini tentu semua pihak ingin keluar dari pusaran tersebut, terutama orang tua yang gundah gulana dengan masa depan anak-anak mereka. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya celaka, suram masa depannya,tidak memiliki semangat hidup, apalagi menjadi penyakit bagi masyarakat.

Para orang tua  harus memutar otak bagaimana cara agar anak mereka menjadi generasi cerdas dengan kepribadian baik. Jika tidak, maka kesengsaraan akan terus menimpa dan lingkungan keluarga akan terkena imbasnya. Lebih jauh, apabila remaja (generasi muda) suatu bangsa bermasalah tentu menjadi investasi buruk bagi bangsa tersebut. Hal ini disebabkan generasi muda adalah penerus estafet bagi sebuah negeri. Apa jadinya jika negeri ini dipimpin oleh manusia-manusia teler karena narkoba, hobi dengan ‘kebebasan’ dalam kesehariannya. Tentu negeri ini akan amburadul tidak karuan.

Fakta ironi ini bukan saja mengkhawatirkan, pengaruhnya lebih berbahaya dari pada bom sungguhan. Bom waktu perangkap pusaran ini akan berada pada wilayah pemikiran yang bersifat permanen, jika tidak ditangani dengan tepat. Tanpa perlu ada peperangan, remaja kita akan tumbang satu persatu karena narkoba serta tawuran dan geng motor di jalanan. Bentuk kriminal lainya yang bisa menimbulkan loss generasi adalah akibat seks bebas dan prostitusi yang berakhir dengan aborsi maupun bunuh diri. Jika tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk memperbaikinya, perilaku tersebut terus berulang dan korban semakin bertambah.

Penyalahgunaan narkoba merupakan produk budaya rusak yang kini makin marak diadopsi dikalangan generasi muda. Mereka tidak lagi merasa malu terhadap apa yang dilakukan, justru sekarang seolah remaja yang tidak bergaul bebas, tidak menggunakan narkoba menjadi pihak yang dianggap ‘tidak gaul’. Inilah standar yang sedang berlaku dikalangan remaja. Standar kebebasan (berperilaku, berpendapat, berkeyakinan dan memiliki harta) sebagai ideologi yang diterapkan saat ini, menjadikan semua orang termasuk remaja merasa berhak berbuat apapun. Tak peduli orang lain terganggu karena ulahnya. Perbuatan-perbuatan asusila pun dianggap biasa, karena yang lain juga melakukannya. pergaulan bebas merupakan sumber penyimpangan perilaku.

Dari sisi eksternal, generasi yang masih labil ini dipengaruhi oleh terpaan media massa dengan konten bermasalah. Sangat berbahaya ketika tontonan yang vulgar menghiasi media, untuk kemudian dijadikan tuntunan dalam kehidupannya. Tidak heran generasi muda kita begitu mudah dalam meniru suatu yang menyimpang, baik dalam berpakaian maupun perilaku lainnya. Tetapi yang paling rusak jika sudah lanjut usia tapi masih menggunakan narkoba, seperti data yang dirilis BNNP Sulsel tahun 2015 sebanyak 1,49% dari 1.280 orang yang direhabilitasi merupakan generasi tua yang berusia 42-57 tahun.

Pengaruh lingkungan pergaulan, memberikan andil bagi perubahan perilaku generasi muda/ tua. Hanya karena ingin dipuji dan dikatakan gaul saja, terkadang generasi muda/ tua rela melakukan sesuatu diluar nalar, tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi selanjutnya. Masalah dalam keluarga (broken home) adalah persoalan lainnya yang menambah daftar penyabab rusaknya mental muda/ tua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s