Konseling penyalah guna narkoba

Konselor bagi pecandu penyalahguna/ketergantungan NAPZA, dalam memberikan nasehat dan dukungan sebaiknya memperhatikan berbagai prinsip, sehingga dukungan yang diberikan kepada pecandu/konseli berjalan dengan baik, yang meliputi prinsip-prinsif sebagai berikut :

1.     Prinsip Penerimaan {Acceptance)

Konselor dalam menasehati pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, harus menerima pecandu/konseli dengan apa adanya tanpa membedakan “SARA”

2.     Prinsip Individalisasi (Individualization)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna /ketergantunan NAPZA, harus melihat individu yang unik, yang dibedakan dengan lainnya dalam memberikan konseling.

3.     Prinsip Tidak menghakimi {Non-Judgmental Attitude)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, dengan mempertahankan sikap tidak menghakimi terhadap keberadaannya.

4.    Prinsip Rasionalitas {Rationality)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna /ketergantunan NAPZA, dengan pandangan yang obyektif dan faktual terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, serta membantu dalam pengambilan keputusannya.

5.     Prinsip Empati {Empathy)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, harus mampu memahami apa yang sedang terjadi padi dirinya (termasuk yang sedang dirasakan dalam situasi dan kondisinya, serta dipikikan), tanpa kehilangan obyektivitas.

6.     Prinsip Ketulusan {Genuineness)

Konselor dalam menasehati konseling/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, harus memiliki ketulusan dan kesungguhan dalam mendampinginya. Dimana konselor juga harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan berbagai ekspresi perasaan, sikap, pemikiran, dan perilaku yang benar-benar mencerminkan pikiran dan perasaan.

7.     Prinsip Tidak Memihak {Impartiality)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, tidak membeda-bedakan antara pecandu maupun pihak terkait lainnya dengan permasalahannya antara satu dengan yang lainnya.

8.     Prinsip Mawas Diri {Self-Awareness)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, harus mampu memahami berbagai keterbatasan dan potensi yang akan diberikan kepada pecandu.

9.     Prinsip Kerahasian {Confidentiality)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, harus mampu menjaga kerahasiannya dengan melindungi hak-hak nya untuk tidak membuka rahasia dalam bentuk apapun kepada siapapun tanpa persetujuannya.

10.   Prinsip Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)

Konselor dalam menasehati konseli/pecandu penyalahguna/ketergantunan NAPZA, harus berupaya sepenu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s