Penanggulangan Darurat Narkoba di Sulawesi Selatan

Daruarat narkoba2Kebijakan Presiden Republik Indonesia tentang “Indonesia Darurat Narkoba”, maka Kementerian/ Lembaga terkait menetapkan Gerakan Seratus Ribu Rehabilitasi Pengguna Narkoba. Indikator Indonesia Darurat Narkoba, antara lain : (1)Prevalensi penyalah guna narkoba golongan umur 10-59 tahun sebesar 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang penduduk Indonesia membutuhkan narkoba; (2)Sekitar 40-50 orang meninggal dunia setiap hari di Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba; (3)Masih tingginya pengguna narkoba yang dipenjarakan; (4)Akses rehabilitasi terhadap pengguna narkoba belum berjalan maksimal;
(5)Seluruh wilayah di Indonesia sudah terjangkau dengan penyalahgunaan narkoba; (6)Sasaran penyalahgunaan narkoba bukan hanya remaja dan orang dewasa, tetapi sudah merambah ke anak-anak SD; (7)Kerugian ekonomi yang ditimbulkan karena masalah narkoba mencapai 75 triliun per tahun; (8)Masih tingginya pengendalian jaringan sindikat kejahatan narkoba dari dalam Lapas; (9)Belum optimalnya pengawasan jalur masuk peredaran narkoba, yaitu jalur laut, udara, dan perbatasan; (10)Berubah-ubahnya pola dan modus yang digunakan oleh jaringan sindikat peredaran narkoba; (11)Belum meksimalnya penanganan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang berakibat pada bisnis narkoba berkembang tidak terkendali; (12)Moral pengambil kebijakan dan penegak hokum narkotika digoda pebisnis narkotika sehingga profesionalisme dan mental aparat menjadih rapuh.

Dalam rangka menindak lanjuti Gerakan Seratus Ribu Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Sulawesi Selatan, maka perlu gerakan massif Darurat Narkoba secara bersama-sama dengan Satuan Kerja Terkait di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/ Kota, maka Gubernur Sulawesi Selatan menginstruksikan Gerakan Massif Seluruh Satker untuk menanggulangi Darurat Narkoba di Sulawesi Selatan dengan berbagai kegiatan, antara lain : (1)Kampanye Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (2)Deklarasi Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (3)Advokasi Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (4)Tes Urine dalam rangka Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (5)Razia daam rangka Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (6)Hot spot dan Home Visite dalam rangka Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (7)Penyelidikan dan Penyidikan dalam rangka Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba; (8)Sidak Lapas dalam rangka Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba.

Rangkaian kegiatan dalam rangka menanggulangi darurat narkoba di Sulsel sampai tanggal 11 Januari 2015, yaitu telah melaksanakan Rapat Koordinasi penanggulangan darurat narkoba bersama Satker terkait yaitu Satpol PP, BNNP, Dit Narkoba Polda Sulsel, Biro Napza dan HIV Setda Prov Sulsel, Dinas Kesehatan , Sekretariat KORPRI, Dinas Sosial dan Asisten IV. Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Provinsi Sulsel pada tanggal 9 Februari 2015 di ruang rapat Setda Prov Sulsel. Selanjutnya ditindak lanjuti oleh Satpol PP bersama BNNP Sulsel melakukan rapat pembentukan Tim Terpadu Penanggulangan Darurat Narkoba Sulawesi Selatan pada tanggal 10 Februari 2015 di Ruang Rapat Satpol PP Prov. Sulsel. Setelah Tim Terpadu terbentuk akan dilaksanakan rapat persiapan Deklarasi penanggulangan darurat narkoba dan seterusnya…

Iklan

2 comments on “Penanggulangan Darurat Narkoba di Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s