Ibu hamil harus menjauhi narkoba supaya janinnya tidak terganggu

Gambar ibu hamilSeluruh wanita menganggap kehamilan adalah hal yang paling ditunggu setelah menikah. Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, calon ibu harus menyiapkan diri bahkan sebelum merencanakan hamil. Hal ini termasuk tidak menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan narkoba. Bahaya penyalahgunaan narkoba tidak hanya bagi orang muda saja, tetapi ibu hamil atau calon ibu hamil yang mengkonsumsi narkoba juga akan mendapatkan dampak negative pada ibu hamil dan bahkan berlaku pada janin yang sedang dikandung. Ketika ibu hamil mengkonsumsi narkoba, ia cenderung tidak memikirkan kesehatan untuk dirinya, apalagi untuk janinnya. Emosinya pun cenderung tak terkendali apalagi bila kehamilan tidak dikehendaki. Ibu hamil yang mengonsumsi narkoba artinya berniat akan membunuh janinnya. Hal ini dapat terjadi oleh sebab narkoba bisa menembus plasenta dan mengganggu fungsi pembuluh darah plasenta sehingga menghambat aliran nutrisi dan oksigen pada janin. Berdasarkan hasil penelitian Institut Riset di USA (Center for Substance Abuse Treatment); sebanyak 3 persen ibu hamil yang menggunakan narkoba melahirkan lebih awal dan bayi tersebut rata-rata memiliki organ tubuh yang tidak sempurna.[1helath.id]

Apa pun jenis narkotika atau obat-obatan yang dikonsumsi oleh ibu hamil, sangat disarankan untuk menghentikannya sekarang juga. Berikut beberapa dampak negative yang terjadi jika ibu hamil tidak berhenti mengonsumsi narkoba selama kehamilannya;

-Ganja
Mengonsumsi ganja selama kehamilan bisa membuat janin anda gelisah dan tidak siap menerima oksigen ketika dilahirkan. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyebutkan bahwa konsumsi ganja selama kehamilan akan mengakibatkan berat badan janin lahir rendah dan komplikasi berbagai penyakit dengan tingkat risiko kematian yang tinggi.

-Shabu
Narkotika jenis shabu akan menyebabkan komplikasi pada janin yang membuat  plasenta kekurangan nutrisi dan oksigen sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin. Hal ini meningkatkan kemungkinan kelahiran bayi prematur.

-Ekstasi
Sedangkan narkotika jenis ekstasi memiliki efek pada perkembangan motorik bayi (koordinasi dan gerakan) ketika lahir.

-Kokain
Konsumsi kokain selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan terlepasnya plasenta sebelum proses kelahiran. Saat bayi sudah lahir, proses tumbuh kembangnya bisa terhambat, bahkan perkembangan otaknya pun lebih  lambat dibandingkan dengan anak yang lain.

Heroin dan obat penghilang rasa sakit

Heroin bisa mengakibatkan risiko kesehatan yang buruk. Ibu hamil yang mengkonsumsi heroin atau obat penghilang rasa sakit (opioid) seperti morfin atau tramadol selama kehamilan dapat memperlambat pertumbuhan bayi, menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran, dan bisa menyebabkan janin meninggal. Dampak negatif lainnya yaitu dapat membuat bayi kesulitan bernapas saat ia lahir. [sumber:1health.id].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s