Akibat Pergaulan Bebas, Bisa Terjerumus Penyalagunaan Narkoba

anto 2011Peringatan tentang Bahaya Pergaulan Bebas sudah harus menjadi perhatian khusus orang tua, guru-guru di sekolah, bahkan pemerintah ikut turun tangan dengan cara membuat iklan-iklan yang menghimbau untuk menghindari pergaulan bebas. Pergaulan bebas sendiri diartikan sebagai suatu pergaulan yang tidak memiliki batasan, mengabaikan norma-norma agama maupun sosial masyarakat. Karena itu, pergaulan semacam ini cenderung mengarah kepada hal-hal yang negatif, seperti seks bebas, pemakaian narkoba, kehidupan malam di diskotek atau tempat hiburan, dan lain-lain. Anak Baru Gede (ABG), adalah subyek yang paling banyak terjun pada pergaulan bebas. Hal ini terjadi, karena usia remaja memang masih sangat labil. Mereka kadang susah membedakan sesuatu yang baik dan buruk bagi perkembangan hidup mereka.

Beberapa bentuk akibat pergaulan bebas, antara lain seks bebas, pemakaian narkoba, dan konsumsi minuman beralkohol. Seks bebas bisa berakibat hamil di luar nikah dan bahkan dapat terinfekasi penyakit HIV-AIDS. Sedangkan penyalahgunaan narkoba karena pergaulan bebas/ salah memilih teman, biasanya dimulai dengan coba-coba akibat pertemanan, dan akhirnya menjadi kecanduan. Akibat bila sudah menjadi pecandu narkoba, jika pada saat waktu harus mengkonsumsi narkoba tersebut, sedangkan ia tidak punya banyak uang untuk membelinya karena harganya yang sangat mahal, maka mencuri pun langsung dianggap sebagai jalan keluar terbaik yang paling cepat.

Salah memilih teman, akan mendorong si pelaku untuk masuk ke aktivitas negatif yang lain. Misalnya, seorang gadis pergi ke hiburan malam. Di sana ia akhirnya mencoba minuman keras atau narkoba. Ia menjadi kecanduan, untuk membeli narkoba ia pun butuh uang. Bisa jadi ia akan menjual tubuhnya (seks bebas) agar bisa membeli narkoba. Akhirnya ia stres dan butuh sesuatu yang menenangkannya. Lagi-lagi ia mengkonsumsi narkoba. Ia seolah tidak bisa keluar dari lingkaran pergaulan bebas yang suram.

Beberapa contoh bahaya pergaulan bebas, sudah sering dikumandangkan, tapi tetap saja banyak yang terjerumus ke sana. Ada banyak hal penyebab kenapa seseorang terjebak pada pergaulan negatif tersebut. Apapun penyebabnya, peran orang tua (orang-orang terdekat), guru di sekolah sangatlah penting. Hendaknya orang tua menanamkan pemahaman agama sejak dini, mengontrol putra-putri mereka, dan menjalin komunikasi yang baik, supaya tidak salah memilih teman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s