Kebiasaan Minum Teh usai makan itu tidak baik

Minum teh dapat menyebabkan hambatan penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 80 % (Prof.Dr.dr. Sutaryo). Hal ini saya tahu setelah membaca pernyataan beliau, padahal sewaktu sekolah di Yogyakarta sering minum teh sehabis makan. Saya melihat minum teh adalah kebiasaan pada umumnya orang-orang yang berdomisili di pulau Jawa.

Kekurangan zat besi ini biasanya terjadi pada anak-anak. Salah satu ciri anak yang mengalami kekurangan zat besi ini antara lain menjadikan anak merasa cemas, depresi, gangguanperhatian, dan pada akhirna mengganggu prestasi sekolah.

Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh konsumsi segelas kopi usai makan. Kopi menurut riset, hanya dapat mengurangi daya serap sebesar 39 % (Mappanganro J).

Pada teh, pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung beberapa zat, antara lain kafein, olifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan, misalnya padi-padian, sayur mayur, dan kacang-kacangan (Mappanganro J).

Apakah fakta ini membuat minum teh harus diharamkan ? Saya rasa tidak, karena teh banyak juga megandung zat lain yang berfungsi positif, selain itu juga rasanya enak……

Hanya dihimbau para pembaca tulisan ini supaya tidak langsung minum teh sehabis makan, gampang kan…………………………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s