<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SUDARIANTO</title>
	<atom:link href="http://sudarianto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sudarianto.wordpress.com</link>
	<description>:”Teddua nawa-nawako, Temmabbaleccokko “</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 05:27:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sudarianto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c6833a8259bcd2e22116efc62c508253?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>SUDARIANTO</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sudarianto.wordpress.com/osd.xml" title="SUDARIANTO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sudarianto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pandangan Agama Terhadap Narkoba</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/07/14/pandangan-agama-terhadap-narkoba/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/07/14/pandangan-agama-terhadap-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 11:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pandangan Agama :  narkoba adalah barang yang merusak akal pikiran, ingatan, hati, jiwa, mental dan kesehatan fisik seperti halnya khomar. Oleh karena itu maka Narkoba juga termasuk dalam kategori yang diharamkan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, Hadits Rasulullah SAW dan juga ajaran-ajaraan agama lainnya, antara lain sebagai berikut : “Janganlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=536&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam pandangan Agama :  narkoba adalah barang yang merusak akal pikiran, ingatan, hati, jiwa, mental dan kesehatan fisik seperti halnya khomar. Oleh karena itu maka Narkoba juga termasuk dalam kategori yang diharamkan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, Hadits Rasulullah SAW dan juga ajaran-ajaraan agama lainnya, antara lain sebagai berikut :</p>
<ol start="1">
<li><span id="more-536"></span>“Janganlah kamu jerumuskan dirimu kepada kecelakaan / kebiasaan (sebagai akibat tangan) tangan-tanganmu”. (Q.S. Al-Baqarah : 195).</li>
<li>“Dan Janganlah kamu membunuh dirimu (dengan mencapai sesuatu yang membahayakanmu). Karena sesungguhnya Allah Maha Kasih Sayang kepadamu”. (Q.S. An-Nisa’ : 29).</li>
<li>Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ( meminum ) Khamar, ( berkorban ) untuk Berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. (Q.S. Al-Maidah : 90).</li>
<li>“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran ( minuman ) Khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat, maka berhentilah kamu ( dari mengerjakan pekerjaan itu )”. (Q. S. Al-Maidah : 91).</li>
<li>“Mereka bertanya kepadamu tentang Khomar dan Judi, katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya”. (Q.S. Al-Baqarah : 219).</li>
<li>“Melarang Rasulullah SAW daripada tiap-tiap barang yang memabukkan dan melemahkan akal dan badan”. (H.R. Ahmad). 7. “Tiap-tiap barang yang memabukkan adalah haram”. (H.R. Bukhari dan Muslim).</li>
<li>“Setiap benda yang memabukkan banyaknya maka sedikitnya haram”. (H.R. Ahmad, Abu Daud, Turmuzi, Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).</li>
<li>Dalam ajaran Kristen disebutkan, “Saudara-Saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Korintus 7 ayat 1).</li>
<li>Dalam ajaran Katolik disebutkan, “Tuhan tidak mengehndaki kematian, tetapi pertobatan hidup, kepada orang-orang yang sedang mengalami drama kecanduan dan menderita kemalangan”. Yeh. 18 : 23).</li>
<li>Dalam ajarn agama Buddha disebutkan, “Kami bertekad akan melatih diri, menghindari segala minuman keras, yang menyebabkan lemahnya kesadaran kami”. (Pancasila Buddhis, Sila Kelima).</li>
<li>Sebab yang disebut kematian, segala macam penyakit itu merupakan pengemudinya, yang menyebabkan hidup itu berkurang, jika sudah kurang usia hidup datanglah maut, karena itu jangan lupa supaya diusahakan berbuat baik yang akan mengantarkanmu ke asal mulamu”.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=536&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/07/14/pandangan-agama-terhadap-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebanyak 14 orang meninggal dunia dari 78 orang penderita HIV-AIDS di Bulukumba</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/19/sebanyak-14-orang-meninggal-dunia-dari-78-orang-penderita-hiv-aids-di-bulukumba/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/19/sebanyak-14-orang-meninggal-dunia-dari-78-orang-penderita-hiv-aids-di-bulukumba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 03:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 78 warga Bulukumba dipastikan menderita penyakit HIV/AIDS terhitung sejak 2005 hingga Oktober 2010 ini. Khusus tahun ini jumlah penderita yang berhasil terdeteksi sedikitnya sembilan orang. Sedangkan jumlah penderita yang meninggal dunia akibat terinfeksi HIV yakni 14 orang dari total 78 orang yang terinfeksi. Sekretaris KPA Bulukumba Zaqyul Fahmi, mengatakan bahwa yang dominan penderita HIV/AIDS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=532&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 78 warga Bulukumba dipastikan menderita penyakit HIV/AIDS terhitung sejak 2005 hingga Oktober 2010 ini. Khusus tahun ini jumlah penderita yang berhasil terdeteksi sedikitnya sembilan orang. Sedangkan jumlah penderita yang meninggal dunia akibat terinfeksi HIV yakni 14 orang dari total 78 orang yang terinfeksi.</p>
<p><span id="more-532"></span>Sekretaris KPA Bulukumba Zaqyul Fahmi, mengatakan bahwa yang dominan penderita HIV/AIDS adalah kalangan pemuda dengan usia antara 19 hingga 38 tahun. Dikatakan Zaqyul, dari semua jumlah penderita lebih banyak dari jenis kelamin laki-laki dan penyebabnya rata-rata terinveksi melalui jarum suntik.</p>
<p>Menurutnya merupakan ancaman karena dengan pergaulan saat ini pemuda sangat rentan terinveksi virus ini jika tidak bisa menjaga diri. &#8220;Ini menjadi kekhawatiran kita bersama khususnya KPA yang memang berfungsi untuk berusaha menekan angka penderita. Sangat dibutuhkan peran dan tanggung jawab orang tua. Terutama untuk memperhatikan pergaulan anaknya agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan. Sebab jika tidak segera tertangani maka ini akan menjadi masalah besar dalam regenerasi bangsa.</p>
<p>KPA Bulukumba sudah memprogramkan berbagai kegiatan sosialisasi dan pemahaman bahaya HIV/AIDS terhadap masyarakat. Termasuk upaya menghindari virus berbahaya ini dengan cara mengenali dampak-dampak yang bisa ditimbulkannya.</p>
<p>Upaya yang dilakukan saat ini, kata Zaqyul, dengan membentuk kegiatan dengan menggelar sosialisasi pencegahan melalui seminar dan penyuluhan di sekolah-sekolah. &#8220;Kita harapkan tahun depan jumlah penderita baru bisa ditekan dan kalau bisa sudah tidak ada lagi penderita baru.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=532&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/19/sebanyak-14-orang-meninggal-dunia-dari-78-orang-penderita-hiv-aids-di-bulukumba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Narkoba, Nikmat sesaat… berakhir di Penjara, Gila atau Mati</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/narkoba-nikmat-sesaat%e2%80%a6-berakhir-di-penjara-gila-atau-mati/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/narkoba-nikmat-sesaat%e2%80%a6-berakhir-di-penjara-gila-atau-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Akhir2 ini, yang menjadi incaran pengedar narkoba adalah artis. Beberapa artis sudah terjebak… dan berujung di penjara. Para selebriti yang terlibat kasus narkoba menjadi pemberitaan media karena posisi mereka sering dijadikan panutan oleh sebagian warga. Seharusnya merekalah yang selalu memberi contoh kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. yang lebih memalukan lagi di Makassar karena “narkoba masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=528&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Akhir2 ini, yang menjadi incaran pengedar narkoba adalah artis. Beberapa artis sudah terjebak… dan berujung di penjara. Para selebriti yang terlibat kasus narkoba menjadi pemberitaan media karena posisi mereka sering dijadikan panutan oleh sebagian warga. Seharusnya merekalah yang selalu memberi contoh kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba.</p>
<div>
<p><span id="more-528"></span>yang lebih memalukan lagi di Makassar karena “narkoba masuk penjara” diedarkan oleh sipir2nya.<br />
Tetapi itulah kelihaian para pengedar narkoba. Sejumlah  artis sering dijadikan target sebagai pemakai.  Karena sebagai figur publik dan tokoh idola bagi kebanyakan remaja dan anak-anak, perilaku mereka akan gampang ditiru.<br />
Gaya hidup mereka akan dengan mudah memberikan efek psikologis bagi para remaja yang mengidolakannya. Apalagi, bila artis menganggap pemakaian narkoba sebagai salah satu gaya hidup modern, tentu saja justru akan semakin memudahkan kaum remaja untuk terpengaruh.<br />
Efek domino dari perilaku artis yang banyak menjadi pemakai narkoba sungguh sangat mengerikan bahayanya. Apalagi bila gaya hidup sang idola seperti ini menjadi kebiasaan dan dianggap lumrah. Praktis dengan sangat mudah kaum remaja yang mengidolakannya juga akan terpengaruh.<br />
Karenanya, para orang tua perlu selalu waspada. Sebab pembentukan persepsi melalui media massa terhadap perilaku artis, pada gilirannya akan dapat memudahkan target sasaran peredaran narkoba pada usia pelajar.  Para mafia pengedar narkoba pun akan semakin leluasa untuk menyasar para pelajar dan kaum muda lainnya menjadi target empuk bisnis narkoba.  Inilah hal terpenting yang perlu dipahami benar para orang tua untuk melindungi anak-anaknya dengan ketat dari bahaya kejahatan narkoba.</p>
<p><strong>Kejahatan Narkoba</strong><br />
Kejahatan narkoba kini sudah merambah ke daerah-daerah terpencil sekalipun. Itu dimungkinkan karena sulitnya melakukan pengawasan oleh petugas. Apalagi ditambah dengan jaringan pengedar yang sangat rapi.<br />
Salah satu penyebab sulitnya mengatasi dan menanggulangi peredaran narkoba adalah kuatnya mafia yang bermain di belakangnya. Narkoba memang menjadi lahan bisnis dengan keuntungan yang sangat menjanjikan meski  punya risiko tinggi. Malahan jaringan bisnis ini sudah menjangkau lintas negara.<br />
Karenanya, salah satu bentuk penanganan yang harus terus-menerus dan selalu dilakukan adalah berupaya melindungi masyarakat untuk tidak mendekati atau didekati narkoba. Pengenalan terhadap dampak <em>narkotik, psikotropik, dan zat adiktif </em>(NAPZA) harus terus disebarluaskan. Begitu pula dampak  dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya harus selalu dikampanyekan tanpa henti.<br />
Kejahatan narkoba benar-benar sangat mengerikan. Dari tahun ke tahun kecenderungan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat dan meluas jangkauannya. Kondisi itu tentu saja ditambah dengan berkembangnya jumlah pemakai narkoba dari tahun ke tahun.<br />
Menurut catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pemakai narkoba di Indonesia tidak kurang dari tiga juta jiwa. Setiap tahunnya jumlah pemakai justru selalu memperlihatkan kecenderungan angka yang selalu meningkat.<br />
Masih data dari BNN menunjukkan, konsumsi narkoba di Indonesia setiap tahunnya mencapai Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun. Angka ini diperoleh dari biaya yang dikeluarkan pemakai yang mencapai antara Rp 1,5 juta hingga Rp 7,5 juta per orang. Benar-benar suatu angka yang menggiurkan untuk sebuah bisnis terlarang.<br />
Itu belum termasuk dampak kriminalnya. Bila pemakai adalah kalangan remaja yang belum memiliki pekerjaan, dampaknya bisa menjurus ke peningkatan angka kriminalitas. Bisa saja dalam bentuk pencurian atau perampokan bila terdesak untuk mendapatkan narkoba akibat ketergantungan.<br />
Di Sulawesi Selatan, juga terjadi tren perkembangan penyalahguna mencapai 6% dari tahun ke tahun. Diperkirakan s/d tahun 2010 sudah mencapai 118.395 orang menggunakan (38.267 orang kelompok coba pakai, 23.444 orang yang teratur pakai, 45.745 orang pecandu bukan suntik dan 10.939 orang pecandu suntik).</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=528&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/narkoba-nikmat-sesaat%e2%80%a6-berakhir-di-penjara-gila-atau-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab, Gejala dan Akibat Penularan HIV-AIDS</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/penyebab-gejala-dan-akibat-penularan-hiv-aids/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/penyebab-gejala-dan-akibat-penularan-hiv-aids/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit HIV AIDS sering dikaitkan dengan perilaku sex yang salah, hal ini karena awalnya penyakit ini dijumpai pada mereka yang melakukan praktek homoseksual, namun lama kelamaan, penyakit ini mulai banyak mengenai para pengguna narkoba melalui alat suntik yang mereka pakai. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang mengakibatkan hilangnya kekebalan tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=526&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit HIV AIDS sering dikaitkan dengan perilaku sex yang salah, hal ini karena awalnya penyakit ini dijumpai pada mereka yang melakukan praktek homoseksual, namun lama kelamaan, penyakit ini mulai banyak mengenai para pengguna narkoba melalui alat suntik yang mereka pakai. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang mengakibatkan hilangnya kekebalan tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi penyakit. <strong>Penyakit AIDS disebabkan oleh Virus Human Immunodeficiency (HIV)</strong> yang terjadinya penurunan kekebalan tubuh pada manusia.</p>
<p><span id="more-526"></span>HIV hanya dapat ditularkan melalui kontak langsung melalui darah atau cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi virus ini. Proses dari waktu terinfeksi HIV hingga menjadi penyakit AIDS berlangsung cukup lama. Keadaan ini disebut masa inkubasi, yang berlangsung antara 5 atau bahkan 10 tahun lamanya. Pada periode ini, orang dewasa yang terinfeksi HIV Termasuk dalam perilaku hidup beresiko adalah kebiasaan buruk menggunakan jarum suntik akibat ketergantungan narkoba atau napza dan berganti-ganti pasangan seksual tanpa pengaman.<br />
<strong>Para remaja dan orang dewasa muda yang terinfeksi HIV biasa tidak menunjukkan tanda-tanda/ gejala-gejala pada saat mereka terinfeksi.</strong> Bahkan, terkadang gejala-gejalanya baru kelihatan setelah 10 tahun atau lebih. Selama masa tersebut, mereka dapat menularkan virus tanpa mereka sendiri mengetahui bahwa mereka mengidap virus tersebut. Segera setelah gejala AIDS terlihat, penderita dapat kehilangan berat badan secara drastis, sangat mudah merasa kelelahan, mengalami pembengkakan limpa, diare berkepanjangan, berkeringat di malam hari, atau pneumonia. <strong>Akibatnya gejala AIDS</strong> ini mereka juga akan sangat rentan terkena infeksi yang dapat mengancam hidup mereka.</p>
<p><strong>AWAS BAHAYA HIV AIDS.</strong><br />
<strong>JANGAN MEMULAI DENGAN PERILAKU SEX YANG SALAH</strong><br />
<strong>ATAUPUN MENGGUNAKAN NARKOBA.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=526&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/penyebab-gejala-dan-akibat-penularan-hiv-aids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Langkah untuk Mengatakan ‘Tidak’ untuk Menolak Narkoba bagi Remaja</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/empat-langkah-untuk-mengatakan-%e2%80%98tidak%e2%80%99-untuk-menolak-narkoba-bagi-remaja/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/empat-langkah-untuk-mengatakan-%e2%80%98tidak%e2%80%99-untuk-menolak-narkoba-bagi-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[LANGKAH PERTAMA : BERTANYA - Jika ada yang menawarkan sesuatu yang tak dikenal, tanyalah “Apa itu?” dan “Darimana mendapatkannya?” - Jika temanmu menawarkan “kumpul bersama”, pelajarilah apakah rencana temanmu tersebut itu baik, melalui pertanyaan “siapa saja yang akan hadir?”, “dimana akan diadakan?”, “apakah ada orangtua yang hadir?”, “apakah aman?”, “apakah kita bisa terlibat dalam permasalahan?”. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=524&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LANGKAH PERTAMA : BERTANYA<br />
- Jika ada yang menawarkan sesuatu yang tak dikenal, tanyalah “Apa itu?” dan “Darimana mendapatkannya?”<br />
- Jika temanmu menawarkan “kumpul bersama”, pelajarilah apakah rencana temanmu tersebut itu baik, melalui pertanyaan “siapa saja yang akan hadir?”, “dimana akan diadakan?”, “apakah ada orangtua yang hadir?”, “apakah aman?”, “apakah kita bisa terlibat dalam permasalahan?”.</p>
<p><span id="more-524"></span>LANGKAH KEDUA : APABILA TIDAK BENAR, CEPAT KATAKAN “TIDAK”<br />
Apabila Anda mengetahui bahwa penawaran teman tidak baik, berhentilah bertanya. Langsung saja katakan, “Tidak, terima kasih.”</p>
<p>LANGKAH KETIGA : MENGUSULKAN KEGIATAN LAIN YANG BISA DILAKUKAN<br />
Sesudah mengatakan “tidak”, segera memberi usul atau ide kepada mereka untuk melakukan aktivitas lain yang menyenangkan, aman dan sehat seperti main basket, berenang, nge-band, jalan-jalan atau pergi nonton ke bioskop. Tunjukan pada teman/sahabat bahwa narkoba yang tidak diterima,bukan orangnya.</p>
<p>LANGKAH KEEMPAT : PERGI<br />
Apabila temanmu berkali-kali mencoba menawarkan sesuatu yang Anda tahu tidak baik, segera tinggalkan tempat itu. Ingat bahwa teman sejati menghormati keputusan temannya. Memang menjawab “tidak” adalah sesuatu yang berat, tetapi Anda akan merasa puas dengan diri sendiri setelah mengetahui bahwa Anda telah membuat keputusan yang tepat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=524&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/empat-langkah-untuk-mengatakan-%e2%80%98tidak%e2%80%99-untuk-menolak-narkoba-bagi-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIV-AIDS dan Penanggulangannya</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/hiv-aids-dan-penanggulangannya/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/hiv-aids-dan-penanggulangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Sampai kini, mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang mengerikan. Padahal jika dipahami secara logis, HIV/AIDS bisa dengan mudah dihindari. Bagaimana itu? Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara sekarang (2007), hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=522&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sampai kini, mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang mengerikan. Padahal jika dipahami secara logis, HIV/AIDS bisa dengan mudah dihindari. Bagaimana itu?<br />
Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara sekarang (2007), hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/AIDS.</p>
<p><span id="more-522"></span>Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.<br />
HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.HIV dapat menular ke orang lain melalui :</p>
<ul>
<li>Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.</li>
<li>Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV</li>
</ul>
<ul>
<li>Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI)</li>
</ul>
<p><strong>Penularan </strong></p>
<p>HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak, istri, suami, ayah, ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau AIDS.<br />
Lebih dari 80% infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.Tanda-tanda klinis penderita AIDS :</p>
<ol>
<li>Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan</li>
<li>Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan</li>
<li>Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan</li>
<li>Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis</li>
<li>Dimensia/HIV ensefalopati</li>
</ol>
<p>Gejala minor :</p>
<ol>
<li>Batuk menetap lebih dari 1 bulan</li>
<li>Dermatitis generalisata yang gatal</li>
<li>Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang</li>
<li>Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita</li>
</ol>
<p>HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :</p>
<ol>
<li>Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom</li>
<li>Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama</li>
<li>Pasangan seksual pengguna narkoba suntik</li>
<li>Bayi yang ibunya positif HIV</li>
</ol>
<p>HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu ; menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko,tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.</p>
<p><strong>Skrining Dengan Teknologi Modern</strong></p>
<p>Sebagian besar test HIV adalah test antibodi yang mengukur antibodi yang dibuat tubuh untuk melawan HIV. Ia memerlukan waktu bagi sistim imun untuk memproduksi antibodi yang cukup untuk dideteksi oleh test antibodi. Periode waktu ini dapat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Periode ini biasa diseput sebagai ‘periode jendela’. Sebagian besar orang akan mengembangkan antibodi yang dapat dideteksi dalam waktu 2 sampai 8 minggu. Bagaimanapun, terdapat kemungkinan bahwa beberapa individu akan memerlukan waktu lebih lama untuk mengembangkan antibodi yang dapat terdeteksi. Maka, jika test HIV awal negatif dilakukan dalam waktu 3 bulan setelah kemungkinan pemaparan kuman, test ulang harus dilakukan sekitar 3 bulan kemudian, untuk menghindari kemungkinan hasil negatif palsu. 97% manusia akan mengembangkan antibodi pada 3 bulan pertama setelah infeksi HIV terjadi. Pada kasus yang sangat langka, akan diperlukan 6 bulan untuk mengembangkan antibodi terhadap HIV.</p>
<p>Tipe test yang lain adalah test RNA, yang dapat mendeteksi HIV secara langsung. Waktu antara infeksi HIV dan deteksi RNA adalah antara 9-11 hari. Test ini, yang lebih mahal dan digunakan lebih jarang daripada test antibodi, telah digunakan di beberapa daerah di Amerika Serikat.</p>
<p>Dalam sebagian besar kasus, EIA (enzyme immunoassay) digunakan pada sampel darah yang diambil dari vena, adalah test skrining yang paling umum untuk mendeteksi antibodi HIV. EIA positif (reaktif) harus digunakan dengan test konformasi seperti Western Blot untuk memastikan diagnosis positif. Ada beberapa tipe test EIA yang menggunakan cairan tubuh lainnya untuk menemukan antibodi HIV. Mereka adalah</p>
<ul>
<li>Test Cairan Oral. Menggunakan cairan oral (bukan saliva) yang dikumpulkan dari mulut menggunakan alat khusus. Ini adalah test antibodi EIA yang serupa dengan test darah dengan EIA. Test konformasi dengan metode Western Blot dilakukan dengan sampel yang sama.</li>
</ul>
<ul>
<li>Test Urine. Menggunakan urine, bukan darah. Sensitivitas dan spesifitas dari test ini adalah tidak sebaik test darah dan cairan oral. Ia juga memerlukan test konformasi dengan metode Western Blot dengan sampel urine yang sama.</li>
</ul>
<p>Jika seorang pasien mendapatkan hasil HIV positif, itu tidak berarti bahwa pasangan hidup dia juga positif. HIV tidak harus ditransmisikan setiap kali terjadi hubungan seksual. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah pasangan hidup pasien tersebut mendapat HIV positif atau tidak adalah dengan melakukan test HIV terhadapnya.Test HIV selama kehamilan adalah penting, sebab terapi anti-viral dapat meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan kemungkinan dari wanita hamil yang HIV positif untuk menularkan HIV pada anaknya pada sebelum, selama, atau sesudah kelahiran. Terapi sebaiknya dimulai seawal mungkin pada masa kehamilan.</p>
<p>Di Indonesia, rumah sakit besar di ibu kota provinsi telah menyediakan fasilitas untuk test HIV/AIDS. Di Jakarta, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah sakit lain juga sudah memiliki fasilitas untuk itu. Di Bandung, RS Hasan Sadikin juga sudah memiliki fasilitas yang sama. Begitupun di Makassar pada RSU dr. Wahidin Sudiro Husodo.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=522&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/hiv-aids-dan-penanggulangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belum ada Obat untuk HIV-AIDS</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/hiv-aids-dengan-penanggulangannya/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/hiv-aids-dengan-penanggulangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=518&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.<br />
Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.<br />
<span id="more-518"></span>HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.<br />
Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase, sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease.<br />
Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.<br />
Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.<br />
Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir, nelfinavir, ritonavir dan saquinavir. Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir. Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal. Hiperlipidemia, intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.<br />
Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikator bekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick &amp; Potts, 1998).<br />
Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.<br />
Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/518/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=518&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/hiv-aids-dengan-penanggulangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segarnya Udara di Kecamatan</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/03/14/segarnya-udara-di-kecamatan/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/03/14/segarnya-udara-di-kecamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 22:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun saya adalah orang kampung&#8230; tapi sejak 1998 sampai sekarang berdomisili tetap di Makassar. Makassar terbilang kota terbesar di wilayah timur Indonesia. Di kota, pencemaran udara pasti tidak dapat dipungkiri. Begitu dapat tugas ke daerah, kesempatan ini dimanfaatkan menghirup udara segar sepuas-puasnya. Kali kami bersama tim Datinkes Sulsel serta Tim Sisfomas dari UGM Yogya menelusuri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=514&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun saya adalah orang kampung&#8230; tapi sejak 1998 sampai sekarang berdomisili tetap di Makassar. Makassar terbilang kota terbesar di wilayah timur Indonesia. Di kota, pencemaran udara pasti tidak dapat dipungkiri.<br />
Begitu dapat tugas ke daerah, kesempatan ini dimanfaatkan menghirup udara segar sepuas-puasnya. Kali kami bersama tim Datinkes Sulsel serta Tim Sisfomas dari UGM Yogya menelusuri beberapa kecamatan di Kab. Sinjai dengan tujuan ke Puskesmas Balangnipa, Bulupoddo, Panaikang dan Manipi. Wah betul2 segar udaranya&#8230; hahhhhhhhhh&#8230; segar&#8230;.<br />
Terakhir tujuan ke Puskesmas Manipi, ternyata ada jalanan tembus memotong ke tempat pariwisata Malino menurut informasi dari tim Datinkes Kab. Sinjai, maka bersama tim&#8230; menmpuh jalan kompas tersebut menuju Makassar sekalian rekreasi&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=514&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/03/14/segarnya-udara-di-kecamatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog pribadi jarang ter up date, gara2 kelola website dan blog institusi</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2011/03/14/blog-pribadi-jarang-ter-up-date-gara2-kelola-website-dan-blog-institusi/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2011/03/14/blog-pribadi-jarang-ter-up-date-gara2-kelola-website-dan-blog-institusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 22:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, website dan blog yang saya kelola antara lain www.dinkes-sulsel.go.id (website Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan), http://datinkessulsel.wordpress.com (blog data dan informasi Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan), http://napzasulsel.wordpress.com (blog Biro Napza dan HIV-AIDS Setda Prov. Sulawesi Selatan). Sehubungan dengan pindah tugasnya saya ke Biro Bina Napza dan HIV-AIDS Setda Prov. Sulsel, maka otomatis aktifitas up [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=512&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini, website dan blog yang saya kelola antara lain www.dinkes-sulsel.go.id (website Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan), http://datinkessulsel.wordpress.com (blog data dan informasi Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan), http://napzasulsel.wordpress.com (blog Biro Napza dan HIV-AIDS Setda Prov. Sulawesi Selatan).<br />
Sehubungan dengan pindah tugasnya saya ke Biro Bina Napza dan HIV-AIDS Setda Prov. Sulsel, maka otomatis aktifitas up date blog banyak ke http://napzasulsel.wordpress.com. Sejak 7 Januari 2011, saya tidak lagi mengelola http://datinkessulsel.wordpress.com karena pindah kerja, terkecuali dengan www.dinkes-sulsel.go.id, karena tim masih meminta saya untuk tetap meng up date informasi, walaupun tdk selancar dulu ketika masih bernaung di organisasi Dinas Kesehatan.<br />
Harapan saya, tim yang lain ada yang perhatikan web site tersebut. Semangat</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=512&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2011/03/14/blog-pribadi-jarang-ter-up-date-gara2-kelola-website-dan-blog-institusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepedulian terhadap Unmet Need KB di Prov.Sulawesi Selatan</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2010/08/16/kepedulian-terhadap-unmet-need-kb-di-prov-sulawesi-selatan/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2010/08/16/kepedulian-terhadap-unmet-need-kb-di-prov-sulawesi-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 11:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[by Akmal (BKKBN), Sudarianto (Dinkes), Sukmawati (UMI) Program kependudukan dan KB dilaksanakan oleh pemerintah dimaksudkan untuk mengatasi masalah kependudukan di Indonesia. Pada mulanya penanganan masalah kependudukan dan KB berangkat dari masalah utama kependudukan antara lain  jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan yang cukup tinggi dan penyebaran yang tidak merata. Program  keluarga berencana di Indonesia telah diakui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=504&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/new%20picture%20%2816%29.bmp" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="150" align="left" /><em>by Akmal (BKKBN), Sudarianto (Dinkes), Sukmawati (UMI)</em><br />
Program  kependudukan dan KB dilaksanakan oleh pemerintah dimaksudkan untuk  mengatasi masalah kependudukan di Indonesia. Pada mulanya penanganan  masalah kependudukan dan KB berangkat dari masalah utama kependudukan  antara lain  jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan yang cukup tinggi  dan penyebaran yang tidak merata.<br />
<span id="more-504"></span>Program  keluarga berencana di  Indonesia telah diakui secara nasional dan internasional sebagai salah  satu program yang telah berhasil menurunkan angka fertilitas secara  nyata. Hal ini dapat dilihat dari TFR Indonesia hasil survey SDKI 2003  sebesar 2,4 dan menurun menjadi 2,3 tahun 2007 juga berdasarkan hasil  survey SDKI 2007.  Namun, program keluarga berencana di Indonesia ini  masih tetap menghadapi beberapa masalah penting dalam upaya  mempertahankan momentum program yang selama ini telah berhasil  dilaksankan. <strong><em>Klik judul untuk membaca selanjutnya.<br />
</em></strong></div>
<div>Salah satu masalah dalam pengelolaan program KB  yaitu masih tingginya  angka unmet need, menurut data SDKI 2007 masih  sebebsar 9.1 persen,  dimana diharapkan pada akhir tahun 2014 dapat  diturunkan menjadi sebesar  5 persen. Sedangkan untuk Provinsi Sulawesi  Selatan masih sangat tinggi  yaitu sebesar 13,9 persen.<br />
<img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/akmal1.png" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="150" align="left" />Pasangan  usia subur yang tidak ingin anak lagi dan ingin menunda  kelahiran  tetapi tidak menggunakan suatu alat/cara KB modern (unmet need  KB)  merupakan suatu peluang untuk meningkatkan peserta KB, karena  apabila  kelompok PUS (Pasangan Usia Subur) tersebut dapat di diberikan  KIE  (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) yang memadai dan dapat dilayani   dengan baik maka mereka itu merupakan calon-calon akseptor KB.<br />
Walaupun tren peserta KB aktif di Provinsi Sulawesi Selatan terus    meningkat namun masih jauh dibawa rata-rata nasional. Hal tersebut   merupakan salah satu indikasi bahwa pengelolaan program KB di Sulawesi   Selatan masih harus ditingkatkan lagi.</div>
<p><strong><em>Gambar 1</em></strong>.  <em>Tren Prevalensi Peserta KB Aktif  menurut Hasil SDKI Provinsi  Sulawesi Selatan</em></p>
<div>Peserta Keluarga  Berencana di Provinsi Sulawesi Selatan masih didominasi  penggunaan alat  <img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/new%20picture%20%284%29.png" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="150" align="left" />kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan  pil.  Sedangkan  alat kontrasepsi jangka panjang dengan efektifitas yang tinggi  masih  kurang, hal ini harus diwaspadai khususnya penggunaan KB  tradisional  yang efektifitasnya sangat rendah namun prosentase  penggunaanya di  Sulawesi Selatan cukup tinggi jika dibandingkan dengan  penggunaan alat  kontrasepsi modern lainnya (kondom, imflan, iud dan  mow).</div>
<p><em>Gambar  2. Distribusi Peserta KB Aktif  menurut Alat Kontrasepsi Hasil SDKI  2007 Provinsi Sulawesi Selatan</em></p>
<p><img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/akmal3.png" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="150" align="left" />Gambar  3 . Distribusi Peserta KB Aktif  menurut Tingkat Pendidikan Hasil SDKI  2007 Provinsi Sulawesi Selatan</p>
<p>Gambar 4. Distribusi Pengetahuan  Alat Kontrasepsi  menurut <img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/akmal4.png" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="150" align="right" />Tingkat  Pendidikan Hasil SDKI 2007 Provinsi Sulawesi Selatan</p>
<p>Perbaikan kualitas pemakaian kontrasepsi merupakan  salah satu tujuan  dari program keluarga berencana. Salah satu ukuran  dari kualitas  pemakaian adalah efektifitas (kelangsungan) pemakaian  kontrasepsi yang  semakin tinggi. Alasan putus pakai bisa mencakup  kegagalan kontrasepsi,  ketidak puasan terhadap alat/cara KB, efek  samping, dan  kekurang-tersediaan alat/cara KB. Tingkat putus pakai yang  tinggi,  kegagalan alat/cara KB dan pergantian alat/cara KB bisa  mengindikasikan  bahwa diperlukan perbaikan dalam pemberian konseling  tentang pemilihan  alat/cara KB, pelayanan lanjutan dan penyediaan  pelayanan yang lebih  luas.<br />
Menurut  tren hasil SDKI menunjukkan  bahwa, persentase PUS yang tidak  ingin punya anak dan ingin menunda  kehamilannya tetapi tidak menggunakan  kontrasepsi atau kelompok unmet  need untuk Provinsi Sulawesi Selatan  masih sangat  tinggi dibandingkan  dengan rata-rata nasional, <img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/new%20picture%20%286%29.png" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="150" align="left" />Gambar 4. Tren Unmet Need KB Hasil SDKI 2007 Provinsi  Sulawesi Selatan</p>
<p>Mengapa pasangan usia subur tidak memakai  kontrasepsi, hal ini berkaitan  dengan tingkat pengetahuan, akses,  kualitas pelayanan dan ketersediaan  kontrasepsi. Untuk mengatasi  masalah tersebut perlu dilakukan suatu  pendekatan KIE dan  peningkatan  pelayanan operasional. Selanjutnya perlu  pendekatan, intervensi secara  partispatoris dengan memanfaatkan seluruh  jaringan yang ada di lini  lapangan. Sehingga diperlukan penanganan  unmet need yang lebih terfokus  agar pemakaian kontrasepsi dapat  meningkat.<br />
Beberapa hal yang  dapat mempengaruhi  pemakaian kontrasepsi antara lain adalah :<br />
•     Kualitas pelayanan yang baik memiliki peranan yang sangat besar  dalam  meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerimaan dan  kelangsungan  pemakaian kontrasepsi<br />
•    Rasa takut terhadap efek samping yang  ditimbulkan oleh penggunaan  kontrasepsi akan menyebabkan penolakan  terhadap pemakaian kontrasepsi<br />
•    Keterbatasan distribusi alat  kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat<br />
•    Kurangnya  pengetahuan masyarakat terhadap berbagai macam kontrasepsi dengan  kelebihan dan kelemahannya masing-masing<br />
•    Akses masyarakat  terhadap pelayanan kontrasepsi</p>
<p>Kebijakan program KB dalam  mengendalikan tingkat kelahiran yaitu  peningkatan KIE bagi PUS tentang  Kesehatan Reproduksi (KR); melindungi  peserta KB dari dampak negatif  penggunaan alkon;  peningkatan kualitas  alkon dan peningkatan pemakaian  alkon efektif dan efisien harus terus  diupayakan. Disamping itu  memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan  KB dan KR yang  berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka  kematian ibu, bayi,  dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan  reproduksi tidak boleh  terlupakan.<br />
Untuk itu alternative kebijakan yang dapat dilakukan  untuk menangani  masalah tingginya unmet need KB  di Sulawesi Selatan  adalah sebagai  berikut:<br />
-    Memperkuat KIE dan advokasi<br />
KIE  dan Advokasi adalah langkah yang dilakukan untuk memberikan  pemahaman  tentang penggunaan berbagai kontrasepsi serta hasil yang  diharapkan  dari program KB yang pelaksanaanya diperlukan koordinasi  lintas sector  yang terkait.<br />
-    Refreshing/pelatihan bagi petugas penyuluh  lapangan<br />
Refreshing/pelatihan diperlukan untuk menyegarkan kembali  metode-metode  dan pengetahuan antara lain bagaimana memberikan  pemahaman kepada  masyarakat khususnya kepada PUS tentang pentingnya  revitalisasi program  KB.<br />
-    Rekrutmen penyuluh lapangan<br />
Di  Era otonomi sekarang banyak penyuluh lapangan yang punya potensi  untuk  beralih ke jenjang struktural. Olehnya itu dalam perekrutan  penyuluh  lapangan diperlukan kebijakan dalam bentuk aturan yang mengikat  pada  setiap penyuluh lapangan .<br />
-    Mengaktifkan kembali kader-kader KB  yang ada dilapangan<br />
Langkah yang dilakukan adalah mengatur kembali  mekanisme kerja  kader-kader KB di lapangan dengan memberikan insentif  yang memadai.<br />
-    Melibatkan Tokoh agama, tokoh masyarakat dan  tokoh adat dalam pengelolaan program<br />
Kondisi saat ini khususnya di  daerah/ di desa  tokoh agama,masyarakat  dan tokoh adat peranannya sudah  semakin berkurang terkorelasi dengan  semakin berkurangnya juga peranan  tenaga penyuluh di desa. Oleh karena  itu, diperlukan koordinasi dalam  pelibatan tokoh agama, masyarakat dan  tokoh adat untuk mendukung  revitalisasi program KB ke depan.<br />
-    Penyediaan sarana yang  memadai<br />
Diperlukan informasi yang jelas bagi tenaga penyuluh  sebagai ujung  tombak keberhasilan program KB. Informasi tersebut dapat  berbentuk buku  pedoman pelaksanaan tugas.<br />
-    Penyediaan dana  operasional lapangan yang memadai<br />
Alokasi dana untuk  program-program pemerintah daerah yang bersifat rutin  (tunjangan  perbaikan) yang tidak terlalu penting perlu dikurangi dan  lebih  diarahkan pada kegiatan-kegiatan operasional lapangan.<br />
-     Pembinaan dan pengawasan secara berjenjang<br />
Untuk menghindari  terjadinya ketimpangan pelaksanaan revitalisasi  program KB di daerah  (kabupaten/Kota) mulai dari hulu sampai ke hilir,  diperlukan pembinaan  dan pengawasan yang berjenjang.</p>
<p>Referensi:<br />
Survei Demografi  dan Kesehatan Indonesia (2007), BPS, BKKBN, Departemen Kesehatan, Macro  Internasional Calverton, Maryland USA.<em></em></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=504&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2010/08/16/kepedulian-terhadap-unmet-need-kb-di-prov-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/new%20picture%20%2816%29.bmp" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/akmal1.png" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/new%20picture%20%284%29.png" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/akmal3.png" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/akmal4.png" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/new%20picture%20%286%29.png" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit HIV/AIDS, Kemunculannya seperti Fenomena Gunung Es</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2010/08/16/penyakit-hivaids-kemunculannya-seperti-fenomena-gunung-es/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2010/08/16/penyakit-hivaids-kemunculannya-seperti-fenomena-gunung-es/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 11:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new emerging diseases, dan merupakan pandemi pada semua kawasan, penyakit ini telah sejak lama menyita perhatian berbagai kalangan, tidak hanya terkait dengan domain kesehatan saja. Sering kali HIV/AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=501&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/policy%20brief.jpg" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="304" height="66" align="left" /><em></em>Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new  emerging diseases, dan merupakan pandemi pada semua kawasan, penyakit  ini telah sejak lama menyita perhatian berbagai kalangan, tidak hanya  terkait dengan domain kesehatan saja. Sering kali HIV/AIDS tertulis  dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai <img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/berita3/hiv-simbol.jpg" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="100" height="80" align="right" />arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari Human  Immunodeficiency Virus. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan  AIDS. Jika anda terinfeksi HIV, anda akan dipanggil HIV positif. Ini  berarti virus HIV telah masuk ke dalam aliran darah anda. Sampai saat  ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS dan virus itu akan  tetap berada dalam tubuh anda. <strong><br />
</strong></div>
<div><span id="more-501"></span>AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune  Deficiency Syndrome. AIDS  jarang sekali terdiri dari satu penyakit saja  tetapi terdiri dari sebuah  kumpulan atau kombinasi berbagai macam  penyakit yang muncul karena  tubuhnya tidak dapat melawan penyakit lagi  seperti dulu. Pada saat darah  terinfeksi virus HIV maka sistem  kekebalan tubuh diserang dan dirusak  dengan perlahan-lahan sehingga  sistem kekebalan tubuh tidak dapat  melawan infeksi dan penyakit biasa  lagi. Setelah melewati waktu tertentu  (biasanya bertahun-tahun), sistem  kekebalan tubuh kita akan melemah.  Hanya seorang HIV positif yang  didiagnosa dengan satu atau lebih  penyakit dapat dikatakan menderita  AIDS.</div>
<div>Virus HIV dapat ditularkan dari  seseorang ke orang lain melalui aliran  darah. AIDS itu merupakan sebuah  penyakit yang muncul setelah virus HIV  menyerang sistem kekebalan  tubuh selama beberapa tahun. Anda tidak dapat  “terkena” atau  “memberikan” AIDS kepada orang lain, tetapi anda dapat  menularkan HIV.  Apabila anda dipanggil HIV positif ini berarti anda  telah terinfeksi  oleh virus HIV. Ini bukan berarti anda sakit AIDS.  Banyak obat-obatan  yang tersedia sekarang<br />
tidak dapat menyembuhkan HIV tetapi dapat  mencegah berkembang AIDS.</div>
<p>SURVEY DAN DATA SEKTORAL</p>
<div>Kasus penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh  ini, di Indonesia  senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Angka yang  dirilis oleh Ditjen  PP&amp;PL Depkes menyebutkan bahwa hingga Desember  2007, pengidap HIV  positif berjumlah 6.066 orang dengan penderita AIDS  sebanyak 11.141  orang. Selama 1 dasawarsa terakhir (1997-2007)  peningkatan kasus AIDS  terjadi lebih 40 kali.<br />
<img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/hiv%201.jpg" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="100" align="left" />Saat  ini Indonesia telah digolongkan sebagai negara dengan tingkat  epidemi  yang terkonsentrasi (concentrated level epidemic), yaitu adanya   prevalensi lebih dari 5% pada sub populasi tertentu misalnya pada   kelompok penjaja seks dan pada para penyalahguna NAPZA. Tingkat epidemi   ini menunjukkan tingkat perilaku beresiko yang cukup aktif menularkan  di  dalam suatu sub populasi tertentu. Selanjutnya perjalanan epidemi  akan  ditentukan oleh jumlah dan sifat hubungan antara kelompok beresiko   tinggi dengan populasi umum.<br />
Penyakit yang kemunculannya seperti  fenomena gunung es (iceberg  phenomena), yaitu jumlah penderita yang  dilaporkan jauh lebih kecil  daripada jumlah penderita yang sebenarnya,  ini sudah menyebar di  sebagian besar provinsi di Indonesia. Hal ini  berarti bahwa jumlah  pengidap infeksi HIV/AIDS yang sebenarnya di  Indonesia masih sangat  sulit diukur dan belum diketahui secara pasti.  Diperkirakan jumlah orang  dengan HIV di Indonesia pada akhir tahun 2003  mencapai 90.000–130.000  orang. Sementara jumlah kumulatif kasus  HIV/AIDS yang dilaporkan sampai  dengan 31 Desember 2003 sebanyak 4.091  kasus, yang terdiri dari 2.720  kasus infeksi HIV dan 1.371 kasus AIDS,  dan 479 kasus diantaranya telah  meninggal dunia. Cara penularan  HIV/AIDS yang menonjol adalah melalui  hubungan seks (heteroseksual)  yakni sebesar 50,62% dan penyalah-gunaan  NAPZA melalui suntik (IDU =  Intravena Drug Use) yakni sebesar 26,26%,  serta melalui hubungan  homoseksual, yaitu sebesar 9,34%.<br />
<img src="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/tren%20hiv.jpg" border="1" alt=" " hspace="5" vspace="5" width="200" height="100" align="left" />Hasil SDKI 2007 menunjukkan bahwa terdapat 61% wanita pernah  kawin dan  71% pria kawin pernah mendengar tentang AIDS. Angka ini  serupa dengan  yang tercatat di SDKI 2002-2003 (59% pada wanita dan 73%  pada pria).  Wanita dengan umur 20-39 tahun, wanita berstatus kawin,  wanita yang  tinggal di perkotaan dan wanita berpendidikan lebih tinggi  lebih banyak  mendengar tentang AIDS dibanding wanita lainnya. Tingkat  pengetahuan  pada pria kawin mengikuti pola yang sama seperti pada  wanita, dengan  tingkat pengetahuan lebih tinggi pada pria perkotaan dan  pria  berpendidikan lebih tinggi. Meskipun banyak wanita dan pria  Indonesia  mempunyai pengetahuan dasar tentang AIDS, namun tingkat  pengetahuan  tentang cara mengurangi risiko terinfeksi pada umumnya  rendah.<br />
Hal ini ditunjukkan dengan adanya 42% wanita dan 52% pria  mengetahui  bahwa membatasi seks hanya dengan satu partner yang tidak  terinfeksi  sebagai cara mengurangi risiko penularan, 37% wanita dan 43%  setuju  bahwa tidak berhubungan seks akan mengurangi kemungkinan  terinfeksi dan  35% wanita dan 49% pria mengatakan penggunaan kondom  secara teratur akan  mengurangi kemungkinan terinfeksi. Selanjutnya,  pengetahuan tentang  Konseling Sukarela (Voluntary Counseling and  Testing/VCT) menunjukkan  hanya 8% wanita pernah kawin dilaporkan pernah  mendengar tentang adanya  konseling sukarela. Pengetahuan wanita umur  15-19 tahun sangat rendah  tentang konseling sukarela yakni sebesar 3%,  sedangkan wanita umur 20-39  tahun, wanita perkotaan, dan wanita lulus  SMP, lebih banyak mendengar  tentang konseling sukarela. Pengetahuan  tentang konseling sukarela lebih  rendah pada wanita yang mempunyai anak  lebih banyak, wanita tanpa anak  adalah yang paling banyak mendengar  tentang konseling sukarela dibanding  wanita dengan anak lainnya.  Sementara itu, hanya 7% pria kawin  melaporkan pernah mendengar tentang  VCT. Pria berumur 30-34 tahun,  tinggal di perkotaan, dan berpendidikan  tamat SLTP ke atas sepertinya  lebih banyak yang pernah mendengar  tentang VCT daripada wanita.  Pengetahuan tentang VCT menurun seiring  dengan banyaknya jumlah anak;  pria tanpa anak lebih banyak mengetahui  VCT dibandingkan pria yang  memiliki anak. Persentase wanita pernah  kawin dan pria kawin yang  mengetahui tempat pelayanan VCT dari rumah  sakit pemerintah cukup  tinggi, lebih dari 60%.<br />
Untuk di Sulawesi  Selatan, kegiatan utama pemberantasan penyakit kelamin  dan HIV/AIDS  adalah sero survei terhadap kelompok resiko tinggi dan  rendah yang  disertai dengan penyuluhan langsung kepada kelompok sasaran  tersebut.<br />
Hasil pemeriksaan sampel tersebut ditemukan STS positif sebanyak 51   sampel dan HIV positif 18 sampel sehingga jumlah kasus HIV positif   hingga tahun 2003 sebanyak 62 orang, penderita AIDS hingga Desember 2003   sebanyak 4 orang. Sedangkan sampai dengan Desember 2004, kegiatan Sero   Survei telah dilaksanakan di seluruh kab./kota se Sulawesi Selatan.  Dari  hasil pemeriksaan sampel tersebut ditemukan positif HIV sebanyak  84  sampel. Secara kumulatif jumlah pengidap HIV dan penderita AIDS  hingga  Desember 2005 sebanyak 398 kasus HIV+ dan 148 kasus AIDS.  Sementara  situasi pengidap HIV dan penderita AIDS sampai dengan bulan  Desember  2006 tercatat 279 penderita AIDS dan 915 pengidap HIV.  Berdasarkan hasil  sero survei ditemukan pengidap HIV 151 orang (7,57%)  dan Sifilis 85  orang (4,26%) dari total sampel (1.995 orang) yang  terdiri dari ABK,  Napi, PSK, Pramupijat, Pramuria, Sopir dan  pengunjung. Jumlah terbanyak  ditemukan pada jenis kelamin laki-laki  dengan kelompok umur 20-29 tahun  dan 30-39 tahun. Pada tahun 2007  jumlah penderita HIV meningkat sebanyak  1.065, sementara penderita AIDS  menurun menjadi 68 orang.<br />
Menurut laporan tahunan Bidang  Pencegahan Penayakit dan Penyehatan  Lingkungan (P2PL) Dinkes Prov.  Sulawesi Selatan tahun 2008, kasus  HIV-AIDS di Sulsel menunjukkan kasus  laki-laki cenderung lebih banyak di  banding perempuan.</div>
<div>Menurut data profil kesehatan kabupaten/kota tahun  2009, tercatat  penderita HIV/AIDS sebanyak 554 kasus, namun laporan  tahunan Bidang P2PL  Dinkes Prov. Sulawesi Selatan tahun 2009, kasus HIV  (410 kasus) dan  AIDS (118 kasus). Jika dilihat dari tahun 2006-2009,  kasus HIV/AIDS  menunjukkan grafik naik turun.</div>
<p>REKOMENDASI</p>
<ul>
<li> Perlu ada Perda HIV/AIDS</li>
</ul>
<ul>
<li> Perda itu memuat tentang sosialisasi, keikutsertaan berbagai pihak dalam  pencegahan</li>
</ul>
<ul>
<li> Perlu ada kurikulum HIV/AIDS di sekolah</li>
</ul>
<ul>
<li> Perlu ada kesepakatan pemuka agama untuk menyisipkan pesan bahaya  HIV/AIDS dalam ceramahnya.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=501&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2010/08/16/penyakit-hivaids-kemunculannya-seperti-fenomena-gunung-es/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/policy%20brief.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/berita3/hiv-simbol.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/hiv%201.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/Berita2/tren%20hiv.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wacana akan ada lokalisasi perjudian, kalau terwujud, itu terjadi dosa massal</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2010/07/08/wacana-akan-ada-lokalisasi-perjudian-kalau-terwujud-itu-terjadi-dosa-massal/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2010/07/08/wacana-akan-ada-lokalisasi-perjudian-kalau-terwujud-itu-terjadi-dosa-massal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 13:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, sudah ada lokalisasi Wanita Tuna Susila (WTS). Sekarang munsul lagi wacana akan dibangun lokalisasi perjudian. Mau jadi apa negara ini ? Jika betul2 terjadi, artinya pemerintah menciptakan sumber dosa bersama. Mungkin alasan utamanya adalah darpada perjudian terselubung itu terjadi di mana2, lebih baik dilokalisasi (jawaban yg mewacanakan). Pikiran saya ; dilarang seperti sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=490&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini, sudah ada lokalisasi Wanita Tuna Susila (WTS). Sekarang munsul lagi wacana akan dibangun lokalisasi perjudian. Mau jadi apa negara ini ? Jika betul2 terjadi, artinya pemerintah menciptakan sumber dosa bersama. Mungkin alasan utamanya adalah darpada perjudian terselubung itu terjadi di mana2, lebih baik dilokalisasi (jawaban yg mewacanakan).<br />
Pikiran saya ; dilarang seperti sekarang ini saja banyak terjadi terselubung, bagaimana jadinya jika lokalisasi judi diizinkan. jangaaaaaaaan&#8230;<br />
Hal tersebut berarti kegagalan pemerintah memberantas kejahatan. Sulit memang karena yang berjudi, mendirikan judi adalah beberapa oknum penegak hukum&#8230; mau jadi apa negara ini&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=490&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2010/07/08/wacana-akan-ada-lokalisasi-perjudian-kalau-terwujud-itu-terjadi-dosa-massal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Sensus Penduduk Masih Dilaksanakan ? Padahal Sudah Ada SIAK</title>
		<link>http://sudarianto.wordpress.com/2010/05/02/kenapa-sensus-penduduk-masih-dilaksanakan-padahal-sudah-ada-siak/</link>
		<comments>http://sudarianto.wordpress.com/2010/05/02/kenapa-sensus-penduduk-masih-dilaksanakan-padahal-sudah-ada-siak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 08:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudarianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarianto.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[Sensus Penduduk 2010 yang mulai dilaksanakan hari Sabtu (1/5/2010) ini hingga satu bulan ke depan menghabiskan dana sebesar Rp. 3,3 triliun. Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan, secara sepintas jumlah itu memang terlihat besar. Namun, dana itu dinilai layak mengingat sensus dilakukan secara menyeluruh di seluruh tanah air. Rusman memaparkan, pihaknya menerjunkan sekitar 700.000 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=488&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sensus Penduduk 2010 yang mulai dilaksanakan hari Sabtu (1/5/2010) ini hingga satu bulan ke depan menghabiskan dana sebesar Rp. 3,3 triliun. Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan, secara sepintas jumlah itu memang terlihat besar. Namun, dana itu dinilai layak mengingat sensus dilakukan secara menyeluruh di seluruh tanah air. Rusman memaparkan, pihaknya menerjunkan sekitar 700.000 petugas sensus.<br />
<span id="more-488"></span>Menurut pengamatan penulis, angka 3,3 triliun itu bukan “terkesan besar&#8221; tapi memang besar. Karena itulah, penulis bertanya : “kenapa masih dilaksanakan sensus penduduk ?”, padahal sudah ada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Penulis melihatnya sebagai ego program, fungsi koordinasi tidak berjalan. Coba kalau BPS berkoordinasi baik dengan Departemen Dalam Negeri untuk melaksanakan SIAK dengan baik, maka anggaran 3,3 triliun tersebut dapat diirit untuk membiayai orang miskin. Kapan… institusi di Indonesia ini dapat berjalan dengan koordinasi yang baik ?<br />
Kemajuan teknologi seperti sekarang ini, masih melaksanakan model jaman dulu, sudah ada SIAK… kenapa tidak difungsikan? Kalau SIAK belum semuanya sesuai kebutuhan BPS, kan bias disempurnakan dengan berkoordinasi bagian2 yang perlu diperbaiki. Itu artinya ketinggalan zaman. Sensus penduduk pada zaman Sukarno dulu dilaksanakan karena zaman itu memang cocoknya adalah sensus saja, belum ada computer, software apalagi internet.<br />
Yang paling heboh yaitu SIAK sudah dikelola oleh Departemen Dalam Negeri, kenapa BPS masih malaksanakan system zaman dulu? Ini namanya pemborosan uang Negara. Kalau penulis salah, tolong ditertawai, tapi jika hal ini betul, BPS perlu diperiksa dong.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudarianto.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudarianto.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudarianto.wordpress.com&amp;blog=836506&amp;post=488&amp;subd=sudarianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarianto.wordpress.com/2010/05/02/kenapa-sensus-penduduk-masih-dilaksanakan-padahal-sudah-ada-siak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef414bb396b39f1dae932e05c2a06bb?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">bnnpsulsel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
